DWJ Manajement - PORTAL

Live Now! Bos Danantara Ungkap Progres Pembenahan BUMN Karya dan Farmasi

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
Live Now! Bos Danantara Ungkap Progres Pembenahan BUMN Karya dan Farmasi

Transformasi Sektor Farmasi: Menuju Efisiensi dan Kemandirian

Selain sektor konstruksi, BPI Danantara juga tengah membedah strategi di sektor BUMN Farmasi. Berbeda dengan sektor karya yang fokus pada penyelesaian beban utang, pembenahan di sektor farmasi lebih ditekankan pada aspek integrasi rantai pasok, efisiensi operasional, dan penguatan riset serta pengembangan (R&D).

Selama ini, sektor farmasi BUMN dinilai masih berjalan secara parsial dan kurang terintegrasi, yang menyebabkan terjadinya inefisiensi biaya produksi serta ketergantungan yang tinggi pada bahan baku impor. Danantara melihat adanya potensi besar jika perusahaan-perusahaan farmasi negara ini dikelola dengan pendekatan satu visi yang terintegrasi.

Beberapa poin kunci dalam pembenahan sektor farmasi meliputi:

Integrasi Rantai Pasok: Membangun ekosistem dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan bahan baku obat (BBO) hingga distribusi, guna menekan biaya produksi.

Digitalisasi Layanan: Mendorong penggunaan teknologi digital dalam manajemen stok dan distribusi obat-obatan untuk memastikan ketersediaan di seluruh pelosok negeri.

Penguatan R&D: Mengalokasikan investasi lebih besar pada penelitian obat-obatan baru dan vaksin untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Sinergi Antar-Holding: Menghilangkan ego sektoral antar-perusahaan farmasi BUMN agar dapat berbagi sumber daya dan memperkuat daya saing di pasar global.

Peran Danantara sebagai Pengelola Investasi Strategis

Kehadiran Danantara sebagai badan pengelola investasi diharapkan mampu membawa paradigma baru dalam pengelolaan aset negara. Jika sebelumnya BUMN banyak dikelola dengan pendekatan administratif birokratis, Danantara diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan investasi kelas dunia, serupa dengan lembaga investasi negara (Sovereign Wealth Fund) di negara-negara maju.

Dengan pendekatan ini, Danantara tidak hanya bertindak sebagai pengawas, tetapi juga sebagai katalisator pertumbuhan. Mereka memiliki kewenangan untuk memastikan bahwa setiap modal yang disuntikkan ke dalam BUMN memberikan imbal hasil (return) yang optimal bagi negara, sekaligus menjalankan fungsi sosial untuk kepentingan publik.

Pimpinan Danantara menekankan bahwa transparansi akan menjadi kunci utama. Setiap proses restrukturisasi dan investasi akan dipantau dengan ketat untuk menghindari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang selama ini menjadi kerikil tajam dalam pengelolaan aset negara.