Strategi "Value Investing" Lo Kheng Hong: Borong Saham GJTL, Kepemilikan Kini Tembus 7,03 Persen
Langkah Sang Maestro Pasar Modal Indonesia dalam Mengakumulasi Emiten Ban Raksasa
Pasar modal Indonesia kembali dikejutkan dengan langkah berani salah satu investor legendaris tanah air, Lo Kheng Hong. Investor yang dijuluki sebagai "Warren Buffett Indonesia" ini dilaporkan kembali melakukan aksi korporasi dengan menambah porsi kepemilikannya pada PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Langkah ini menandakan kepercayaan tinggi sang maestro terhadap prospek jangka panjang emiten produsen ban terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Berdasarkan data transaksi terbaru, Lo Kheng Hong melakukan pembelian sebanyak 5,18 juta lembar saham GJTL. Transaksi ini dilakukan dengan harga Rp1.140 per lembar saham. Dengan adanya tambahan kepemilikan ini, total persentase saham yang dikuasai oleh Lo Kheng Hong di perusahaan manufaktur ban ini melonjak menjadi 7,03 persen.
Aksi borong ini tentu menarik perhatian para pelaku pasar. Mengingat rekam jejak Lo Kheng Hong yang dikenal sangat selektif dan hanya berfokus pada saham-saham yang dianggapnya "salah harga" atau memiliki nilai fundamental yang jauh di bawah harga pasar, pergerakan ini memicu spekulasi positif mengenai nilai intrinsik GJTL saat ini.
Mengenal Filosofi Investasi Lo Kheng Hong
Untuk memahami mengapa aksi beli ini sangat signifikan, investor perlu melihat kembali bagaimana gaya investasi yang diterapkan oleh Lo Kheng Hong. Ia bukan tipe trader yang mencari keuntungan cepat dari fluktuasi harian atau "scalping". Sebaliknya, ia adalah penganut setia aliran value investing.
Berikut adalah beberapa prinsip utama yang selalu dipegang teguh oleh Lo Kheng Hong dalam memilih aset:
Mencari Perusahaan Underpriced: Beliau mencari perusahaan dengan fundamental kuat namun harganya sedang tertekan atau tidak dihargai secara layak oleh pasar.
Fokus pada Nilai Intrinsik: Investasi dilakukan berdasarkan perhitungan nilai nyata perusahaan, bukan sekadar mengikuti tren atau rumor pasar.
Investasi Jangka Panjang: Lo Kheng Hong memiliki kesabaran luar biasa untuk menunggu pasar menyadari nilai sebenarnya dari perusahaan yang ia beli, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Diversifikasi Terukur: Meski fokus pada beberapa saham besar, ia memastikan bahwa setiap emiten yang dipilih memiliki manajemen yang kredibel dan model bisnis yang berkelanjutan.