Sebagai pemilik mayoritas Bayan Resources, kekayaannya bersumber dari operasional tambang batu bara yang luas dan efisien. Kenaikan harga saham BYAN menjadi katalis utama yang mendorongnya kembali ke posisi nomor satu.
2. Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group)
Prajogo Pangestu menjadi pesaing terberat dalam perebutan posisi puncak. Melalui Barito Pacific dan berbagai anak perusahaannya yang bergerak di bidang petrokimia serta energi terbarukan, kekayaannya melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir akibat ekspansi besar-besaran di sektor energi hijau.
3. Hartono Bersaudara (Djarum & BCA)
Robert Budi Hartono dan Michael Hartono tetap menjadi simbol stabilitas kekayaan di Indonesia. Kekayaan mereka yang bersumber dari industri rokok (Djarum) dan sektor perbankan (BCA) memberikan diversifikasi yang sangat kuat terhadap fluktuasi harga komoditas.
4. Anthoni Salim (Salim Group)
Melalui Salim Group, Anthoni Salim menguasai berbagai lini bisnis mulai dari konsumsi (Indofood), ritel, hingga infrastruktur. Dominasi di sektor barang konsumsi menjadikannya salah satu tokoh yang paling tahan terhadap guncangan ekonomi global.
5. Keluarga Budi & Hartono (Diversifikasi Industri)
Posisi kelima ditempati oleh kelompok konglomerat yang memiliki keterlibatan luas dalam berbagai industri strategis, mulai dari manufaktur hingga layanan keuangan, yang memastikan aliran kekayaan yang konsisten dari berbagai sumber pendapatan.