DWJ Manajement - PORTAL

LRT City Bermasalah, Danantara Panggil Manajemen ADHI

Oleh: DWJ-Manajement 13 Aug 2026
LRT City Bermasalah, Danantara Panggil Manajemen ADHI

Beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu keluhan masyarakat meliputi:

Manajemen Proyek di Lapangan: Ketidakteraturan dalam proses konstruksi yang mungkin mengganggu aksesibilitas atau keamanan warga sekitar.

Kesenjangan Informasi: Perbedaan antara informasi yang disampaikan oleh pihak manajemen dengan realita yang ditemukan oleh warga atau pengamat di lapangan.

Integrasi Fasilitas: Keluhan mengenai kesiapan fasilitas pendukung yang mungkin belum sesuai dengan standar yang dijanjikan pada tahap awal pemasaran atau sosialisasi.

Danantara akan terus memantau perkembangan hasil pertemuan ini. Dony Oskaria menekankan bahwa evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa komitmen yang telah disampaikan oleh manajemen Adhi Karya benar-benar dilaksanakan.

Langkah Strategis yang Harus Diambil Adhi Karya

Pasca pemanggilan oleh Danantara, Adhi Karya kini berada di bawah mikroskop publik dan regulator. Untuk memulihkan situasi, perusahaan setidaknya perlu melakukan langkah-langkah strategis sebagai berikut:

Pertama, melakukan audit internal secara menyeluruh terhadap manajemen proyek LRT City. Audit ini tidak hanya menyasar aspek finansial, tetapi juga aspek operasional dan manajemen risiko sosial. Kedua, membentuk tim khusus (task force) yang bertugas menangani keluhan masyarakat secara responsif dan memberikan jawaban yang substantif, bukan sekadar jawaban normatif.

Ketiga, meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. Sinergi ini penting untuk memastikan bahwa kehadiran LRT City memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya, bukan justru menjadi sumber konflik baru. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan proaktif, Adhi Karya diharapkan dapat mengubah persepsi negatif menjadi dukungan publik.

Kesimpulan

Pemanggilan manajemen Adhi Karya oleh Danantara merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah, melalui Danantara, berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas dan kepercayaan publik terhadap proyek-proyek strategis nasional. Kasus LRT City menjadi pengingat bagi seluruh BUMN bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi fisik, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam mengelola hubungan dengan masyarakat dan menjaga transparansi informasi.

Fokus pada komunikasi yang efektif dan penyelesaian masalah yang konkret menjadi harga mati yang harus dipenuhi oleh Adhi Karya. Keberhasilan perusahaan dalam mengatasi krisis ini akan menjadi tolok ukur profesionalisme mereka dalam mengelola proyek-proyek masa depan yang lebih besar dan kompleks.