DWJ Manajement - PORTAL

LRT Jabodebek Gangguan, Penumpang Dialihkan di Cawang

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
LRT Jabodebek Gangguan, Penumpang Dialihkan di Cawang

Penyiagaan Petugas Lapangan: Penambahan personel di area pintu masuk dan peron untuk membantu mengarahkan penumpang agar tetap tertib selama masa keterlambatan.

Koordinasi Antar Moda: Upaya koordinasi untuk memastikan penumpang yang dialihkan dapat segera terakomodasi oleh transportasi pengumpan (feeder) atau moda lainnya di sekitar Cawang.

Komitmen PT KAI Terhadap Keselamatan Penumpang

Menanggapi situasi ini, pihak manajemen PT KAI telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada seluruh pengguna jasa LRT Jabodebek. Perusahaan menyadari bahwa gangguan ini telah mengganggu kenyamanan dan efisiensi waktu para komuter.

Namun, di tengah upaya pemulihan layanan, PT KAI menegaskan satu hal yang tidak bisa ditawar: keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas paling utama. Keputusan untuk menghentikan sementara atau mengalihkan rangkaian yang mengalami kendala teknis diambil sebagai langkah preventif guna memastikan tidak ada risiko keselamatan yang membahayakan nyawa penumpang maupun kru kereta.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna jasa. Saat ini tim teknis kami sedang melakukan pengecekan menyeluruh pada trainset nomor 29. Kami pastikan bahwa seluruh prosedur keselamatan tetap dijalankan dengan ketat," ungkap perwakilan pihak terkait dalam pernyataan resminya.

Pentingnya Pemeliharaan Rutin Trainset LRT

Insiden gangguan pada trainset ini menjadi pengingat penting bagi operator transportasi massal mengenai krusialnya pemeliharaan (maintenance) secara berkala. LRT Jabodebek, sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis nasional, dituntut untuk memiliki tingkat keandalan (reliability) yang sangat tinggi.

Ada beberapa faktor teknis yang biasanya menjadi fokus dalam pemeliharaan rangkaian kereta seperti ini:

Sistem Kelistrikan: Memastikan aliran daya dari third rail atau catenary bekerja dengan stabil tanpa adanya lonjakan atau drop tegangan.

Sistem Pengereman: Verifikasi berkala terhadap sistem mekanik dan elektronik pengereman untuk menjamin keamanan saat berhenti di stasiun.

Sistem Komunikasi dan Signalling: Menjamin komunikasi antara kereta dengan pusat kendali (OCC - Operation Control Center) tidak mengalami gangguan.