DWJ Manajement - PORTAL

Makin Banyak KUR Cair Modal Agunan HAKI, Kini Tembus Rp 5,85 T

Oleh: DWJ-Manajement 11 Aug 2026
Makin Banyak KUR Cair Modal Agunan HAKI, Kini Tembus Rp 5,85 T

Transformasi Sektor Ekonomi Kreatif Nasional

Capaian angka Rp 5,85 triliun pada semester pertama tahun 2026 ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif. Sektor ini dikenal memiliki daya tahan (resilience) yang tinggi terhadap fluktuasi ekonomi global karena berbasis pada ide dan kreativitas manusia yang tidak terbatas oleh sumber daya alam.

Pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis telah berupaya menjembatani kesenjangan antara potensi kreativitas anak bangsa dengan kebutuhan modal industri. Dengan adanya dukungan KUR yang masif, berbagai subsektor ekonomi kreatif kini memiliki napas lebih panjang untuk melakukan ekspansi pasar, baik di tingkat domestik maupun internasional.

Subsektor yang Mendominasi Penyerapan Modal

Berdasarkan tren penyaluran kredit, terdapat beberapa subsektor yang menjadi penerima manfaat terbesar dari skema agunan HAKI ini:

Industri Film, Animasi, dan Video: Kebutuhan modal untuk produksi konten berkualitas tinggi yang memerlukan perangkat teknis dan talenta profesional.

Aplikasi dan Pengembangan Permainan (Game): Sektor dengan pertumbuhan tercepat yang memerlukan investasi besar pada pengembangan teknologi dan server.

Musik dan Seni Pertunjukan: Penggunaan hak cipta lagu dan royalti sebagai instrumen pembiayaan bagi musisi dan label independen.

Desain Komunikasi Visual dan Fashion: Pemanfaatan merek dagang (trademark) sebagai jaminan untuk ekspansi lini produksi dan pemasaran.

Kuliner (Berbasis Resep dan Merek): Penguatan merek dagang untuk mendorong UMKM kuliner naik kelas menjadi waralaba nasional.

Mekanisme dan Tantangan Valuasi HAKI dalam Perbankan

Meskipun angka penyaluran menunjukkan tren positif, implementasi agunan HAKI bukan tanpa tantangan. Berbeda dengan tanah yang memiliki nilai pasar yang relatif stabil dan mudah diukur, nilai sebuah hak cipta atau paten bersifat dinamis dan sangat bergantung pada tren pasar serta kemampuan komersialisasi aset tersebut.

Di sinilah peran penting dari lembaga penilai (appraiser) independen dan standarisasi dari pemerintah. Untuk memastikan penyaluran KUR tetap sehat dan minim risiko kredit macet (Non-Performing Loan), perbankan kini mulai bekerja sama dengan ahli intelektual dan lembaga sertifikasi untuk menentukan nilai wajar dari sebuah aset tak berwujud.

Jenis-Jenis HAKI yang Dapat Diagunkan