Dalam kurun waktu dua tahun tersebut, para manajer akan dinilai berdasarkan beberapa indikator kinerja utama (KPI), di antaranya:
Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Sejauh mana pengelolaan Kopdes mampu meningkatkan pendapatan anggota dan warga sekitar.
Efisiensi Operasional: Kemampuan dalam mengelola rantai pasok dan meminimalisir pemborosan sumber daya.
Digitalisasi Manajemen: Implementasi sistem pelaporan keuangan dan inventaris berbasis digital yang terintegrasi dengan pusat.
Pemberdayaan Masyarakat: Efektivitas program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi anggota koperasi maupun komunitas nelayan.
Dengan adanya evaluasi berkala setiap dua tahun, diharapkan muncul bibit-bibit pemimpin ekonomi desa yang kompeten, yang nantinya dapat dipromosikan untuk mengelola unit bisnis yang lebih besar di lingkup Agrinas maupun BUMN lainnya.
Sinergi Agrinas Pangan Nusantara dan Agrinas Jaladri Nusantara
Pembagian peran antara Agrinas Pangan Nusantara dan Agrinas Jaladri Nusantara merupakan strategi diversifikasi untuk mencakup seluruh lini ketahanan pangan nasional. Kedua entitas ini akan menjadi motor penggerak utama dalam mengintegrasikan hasil bumi dan hasil laut langsung ke pasar yang lebih luas.
Agrinas Pangan Nusantara: Fokus Ketahanan Pangan Darat