1. Pastikan Produk Memiliki Nilai Jual dan Kualitas Stabil
Sebelum merekrut orang untuk menjual produk Anda, pastikan produk tersebut memang layak jual. Reseller adalah representasi dari merek Anda. Jika mereka menjual produk yang kualitasnya buruk, bukan hanya produk Anda yang ditinggalkan, tetapi reputasi reseller tersebut juga akan hancur. Pastikan ada konsistensi kualitas agar mereka percaya diri saat menawarkan produk kepada orang lain.
2. Susun Skema Harga dan Profit Margin yang Menarik
Reseller bergerak karena mencari keuntungan. Jika margin yang Anda berikan terlalu tipis, mereka akan kehilangan motivasi. Sebaliknya, jika terlalu besar, harga produk di tingkat konsumen bisa menjadi tidak masuk akal. Anda perlu melakukan riset pasar untuk menentukan:
Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tidak terjadi perang harga.
Harga Grosir untuk reseller dengan kuantitas tertentu.
Besaran keuntungan yang cukup untuk memotivasi mereka bekerja keras.
3. Buat Aturan Main (Terms and Conditions) yang Jelas
Salah satu masalah klasik dalam sistem reseller adalah "perang harga". Untuk menghindari hal ini, Anda wajib memiliki aturan yang tegas. Misalnya, melarang reseller menjual di bawah harga minimal yang telah ditentukan, atau mengatur batasan platform penjualan (misalnya, reseller A hanya boleh jualan di WhatsApp, reseller B di Shopee). Aturan ini harus disepakati di awal agar tidak ada konflik di kemudian hari.
4. Sediakan Media Kit atau Alat Bantu Pemasaran
Reseller yang sukses bukan hanya mereka yang jago bicara, tapi mereka yang dibekali dengan alat tempur yang lengkap. Sebagai pemilik merek, Anda bertanggung jawab menyediakan "amunisi" agar mereka bisa berjualan dengan mudah. Media kit ini bisa berupa:
Foto produk kualitas profesional (high-res).