DWJ Manajement - PORTAL

Mau Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Destry Jamin Tak Kurangi Independensi BI

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
Mau Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Destry Jamin Tak Kurangi Independensi BI

Visi 'Sinergi Merah Putih' Destry Damayanti: Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Tanpa Gadai Independensi BI

Calon Gubernur Bank Indonesia ini menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah otoritas moneter di tengah upaya sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.

Pemilihan Gubernur Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan tajak di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Salah satu kandidat kuat, Destry Damayanti, telah memaparkan visi strategisnya yang menitikberatkan pada penguatan koordinasi antara otoritas moneter dan pemerintah. Melalui inisiatif yang ia beri nama "Sinergi Merah Putih", Destry berupaya membangun jembatan komunikasi yang lebih solid guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Namun, di tengah ambisi memperkuat kolaborasi tersebut, Destry memberikan jaminan tegas kepada pasar dan publik. Ia menegaskan bahwa upaya sinergi dengan pemerintah tidak akan sedikit pun mencederai atau mengurangi independensi Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang mandiri. Bagi Destry, independensi adalah fondasi utama kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter Indonesia.

Mengenal Konsep 'Sinergi Merah Putih'

Dalam berbagai kesempatan, Destry Damayanti menjelaskan bahwa tantangan ekonomi saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu otoritas saja. Masalah seperti inflasi, volatilitas nilai tukar Rupiah, hingga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan memerlukan keterpaduan antara kebijakan moneter yang dijalankan BI dan kebijakan fiskal yang dikelola oleh pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

Inisiatif "Sinergi Merah Putih" dirancang sebagai kerangka kerja kolaboratif untuk menyelaraskan arah kebijakan. Destry melihat adanya potensi besar jika BI dan pemerintah bergerak dalam irama yang sama. Berikut adalah beberapa pilar utama yang diusung dalam visi tersebut:

Sinkronisasi Kebijakan Makroprudensial dan Fiskal: Memastikan bahwa kebijakan penyediaan likuiditas dan aturan perbankan sejalan dengan program stimulus ekonomi pemerintah.

Penguatan Komunikasi Kebijakan: Membangun narasi tunggal yang kuat antara BI dan pemerintah agar tidak terjadi simpang siur informasi yang dapat memicu gejolak pasar.

Mitigasi Risiko Eksternal: Mengoordinasikan langkah antisipasi terhadap guncangan ekonomi global, seperti perubahan suku bunga bank sentral dunia (The Fed) dan ketegangan geopolitik.

Digitalisasi Sistem Pembayaran: Mendorong integrasi sistem pembayaran digital nasional untuk mendukung inklusi keuangan dan efisiensi transaksi ekonomi.