DWJ Manajement - PORTAL

Mendag Akui Harga Cabai Lagi Mahal: Karena Musim Panas

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Mendag Akui Harga Cabai Lagi Mahal: Karena Musim Panas

Mendag menegaskan bahwa ketika produksi di tingkat petani menurun, secara otomatis pasokan yang masuk ke pasar-pasar induk akan berkurang. Berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, minimnya pasokan di tengah permintaan masyarakat yang tetap tinggi atau bahkan meningkat, secara otomatis akan mendorong harga ke atas.

Dampak Terhadap Inflasi dan Daya Beli Masyarakat

Kenaikan harga cabai bukan sekadar masalah dapur bagi ibu rumah tangga, melainkan juga menjadi isu makroekonomi yang serius. Cabai merupakan salah satu komponen penyumbang inflasi pangan (volatile food) yang cukup signifikan di Indonesia. Jika harga cabai terus merangkak naik tanpa kendali, hal ini dapat mengancam stabilitas inflasi nasional.

Bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, kenaikan harga cabai rawit yang seringkali mencapai angka di atas Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram tentu sangat terasa. Hal ini memaksa masyarakat untuk melakukan penyesuaian pola konsumsi, yang pada jangka panjang dapat memengaruhi kesejahteraan mereka.

Tidak hanya konsumen rumah tangga, sektor UMKM yang mengandalkan cabai sebagai bahan baku utama—seperti pedagang sambal, warung makan, hingga industri pengolahan makanan—juga merasakan tekanan margin keuntungan yang menipis. Para pelaku usaha ini kini dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga jual produk mereka atau menanggung kerugian akibat kenaikan biaya bahan baku.

Langkah Antisipasi dan Pemantauan Pemerintah

Menanggapi situasi ini, Kementerian Perdagangan tidak tinggal diam. Mendag Budi Santoso menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan, untuk memantau perkembangan harga secara real-time di seluruh Indonesia.

Beberapa langkah strategis yang sedang dan akan ditempuh pemerintah meliputi:

Pemantauan Stok di Pasar Induk: Memastikan bahwa distribusi dari daerah sentra produksi ke pasar-pasar di perkotaan berjalan lancar tanpa adanya praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Koordinasi Lintas Sektoral: Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong percepatan masa tanam atau penggunaan teknologi pertanian yang lebih tahan terhadap cuaca panas.