DWJ Manajement - PORTAL

Mendag Dorong Pengusaha Cari Buyer Sebelum TEI 2026 Digelar

Oleh: DWJ-Manajement 21 Aug 2026
Mendag Dorong Pengusaha Cari Buyer Sebelum TEI 2026 Digelar

Targetkan Transaksi USD 17,5 Miliar, Mendag Budi Santoso Minta Pengusaha 'Jemput Bola' Sebelum TEI 2026

Persiapan menyongsong perhelatan akbar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mulai digencarkan oleh Kementerian Perdagangan. Dalam upaya mencapai target transaksi yang fantastis, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya proaktifitas pelaku usaha dalam menjaring pembeli mancanegara jauh sebelum pameran dimulai.

Dalam pertemuan eksklusif bertajuk CEO Gathering yang dihadiri oleh jajaran pemimpin perusahaan nasional, Mendag Budi Santoso menyampaikan pesan kuat kepada para pelaku industri. Ia menegaskan bahwa kesuksesan TEI 2026 tidak boleh hanya bergantung pada kemeriahan acara selama pameran berlangsung, melainkan pada seberapa efektif para pengusaha melakukan pendekatan kepada calon buyer sebelum hari pelaksanaan.

Ambisi Besar: Mengejar Transaksi USD 17,5 Miliar

Pemerintah telah menetapkan target yang sangat ambisius untuk penyelenggaraan TEI ke-41 mendatang, yakni mencapai nilai transaksi sebesar USD 17,5 miliar. Angka ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan representasi dari optimisme pemerintah terhadap daya saing produk Indonesia di pasar global.

Mendag Budi Santoso menjelaskan bahwa TEI merupakan salah satu instrumen terpenting dalam diplomasi perdagangan Indonesia. Sebagai pameran perdagangan ekspor terbesar di tanah air, TEI berfungsi sebagai etalase produk unggulan nasional yang mempertemukan produsen lokal dengan pembeli potensial dari berbagai belahan dunia.

Untuk mencapai angka USD 17,5 miliar tersebut, diperlukan sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah dan kesiapan teknis dari sektor swasta. Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan platform yang memadai, namun keberhasilan transaksi sangat bergantung pada kualitas produk, kesiapan kapasitas produksi, dan kemampuan negosiasi para pelaku usaha.

Strategi 'Jemput Bola': Jangan Hanya Menunggu di Booth

Salah satu poin krusial yang disampaikan Mendag dalam CEO Gathering adalah perubahan paradigma dalam berpartisipasi dalam pameran internasional. Selama ini, banyak pelaku usaha yang memiliki pola pikir "menunggu bola", yakni hanya menyiapkan stan (booth) yang bagus dan berharap pembeli akan datang dengan sendirinya.

Mendag Budi Santoso secara tegas menolak pola pikir tersebut. Ia mendorong para pengusaha untuk melakukan strategi "jemput bola". Artinya, sebelum TEI 2026 digelar, para eksportir harus sudah melakukan kurasi terhadap daftar calon buyer potensial dan mulai membangun komunikasi awal.

Pentingnya Tahapan Pre-Matchmaking

Tahapan pre-matchmaking atau pertemuan awal sebelum pameran menjadi kunci sukses dalam ekspor. Dengan melakukan pendekatan lebih awal, pengusaha dapat:

Memahami kebutuhan spesifik buyer sebelum mereka tiba di lokasi pameran.

Menyiapkan sampel produk yang paling relevan dengan permintaan pasar tertentu.

Mengatur jadwal pertemuan yang lebih intensif dan terstruktur selama TEI berlangsung.

Mengurangi risiko waktu yang terbuang sia-sia untuk menawarkan produk yang tidak sesuai minat buyer.

Digitalisasi sebagai Senjata Utama

Di era digital saat ini, Mendag juga menyoroti pentingnya penguatan jejak digital bagi perusahaan yang ingin menembus pasar global. Sebelum pertemuan fisik terjadi di TEI 2026, calon buyer biasanya akan melakukan riset mendalam melalui internet. Oleh karena itu, kesiapan website perusahaan yang profesional, profil produk yang lengkap di platform digital, serta penggunaan media sosial untuk branding internasional menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha untuk Dongkrak Ekspor

Kementerian Perdagangan menyadari bahwa tantangan pasar global semakin kompleks, mulai dari isu keberlanjutan (sustainability) hingga perubahan pola konsumsi di negara-negara maju. Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pameran, tetapi juga sebagai fasilitator dan pendamping bagi para eksportir.

Melalui jaringan Atase Perdagangan dan Itjen Perdagangan di berbagai negara, Kemendag akan terus melakukan pemetaan pasar dan memberikan informasi mengenai tren produk yang sedang diminati di wilayah tertentu. Informasi ini nantinya diharapkan dapat digunakan oleh para pengusaha sebagai bahan persiapan sebelum TEI 2026.

Selain itu, dukungan dalam bentuk kemudahan birokrasi dan penguatan diplomasi perdagangan akan terus ditingkatkan. Namun, Mendag mengingatkan bahwa dukungan pemerintah hanyalah katalisator. Mesin utama penggerak ekspor tetaplah inovasi dan kualitas dari pelaku usaha itu sendiri.

Langkah Persiapan Menuju TEI 2026

Agar target USD 17,5 miliar dapat tercapai, para pelaku usaha disarankan untuk mulai menyusun langkah-langkah strategis sejak dini. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh para eksportir:

1. Standardisasi dan Kualitas Produk

Pasar internasional sangat ketat dalam hal standar kualitas, sertifikasi, dan keamanan produk. Pastikan produk yang akan dipamerkan telah memenuhi standar internasional (seperti ISO, HACCP, atau sertifikasi organik jika relevan) agar kepercayaan buyer dapat terbangun sejak pertemuan pertama.

2. Kesiapan Kapasitas Produksi

Salah satu kegagalan eksportir dalam transaksi besar adalah ketidakmampuan memenuhi pesanan dalam volume tinggi setelah kesepakatan dicapai. Pengusaha harus memastikan rantai pasok (supply chain) mereka stabil dan kapasitas produksi dapat ditingkatkan sesuai permintaan buyer yang muncul di TEI.

3. Penguasaan Bahasa dan Teknik Negosiasi

Kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam bahasa internasional, terutama bahasa Inggris, serta pemahaman mengenai etika bisnis global, akan sangat membantu dalam menutup kesepakatan (closing deal) di lokasi pameran.

4. Pemetaan Target Pasar

Jangan mencoba menjual segalanya kepada semua orang. Identifikasi negara mana yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk Anda, dan fokuslah melakukan pendekatan ke buyer dari wilayah tersebut sebelum pameran dimulai.

Kesimpulan

Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dengan target transaksi sebesar USD 17,5 miliar merupakan momentum besar bagi penguatan ekonomi nasional melalui sektor ekspor. Namun, pencapaian target tersebut memerlukan perubahan strategi dari para pelaku usaha, dari yang semula pasif menjadi proaktif melalui strategi "jemput bola". Dengan melakukan persiapan matang, mulai dari pre-matchmaking, penguatan digital, hingga standardisasi produk, TEI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi menjadi batu loncatan nyata bagi produk Indonesia untuk merajai pasar global.

Menampilkan Seluruh Artikel