DWJ Manajement - PORTAL

Menhut Sebut El Nino 2026 Sangat Kuat, Lebih Tinggi dari 2015

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
Menhut Sebut El Nino 2026 Sangat Kuat, Lebih Tinggi dari 2015

Patroli Terpadu dan Penguatan Masyarakat: Meningkatkan frekuensi patroli di titik-titik rawan karhutla serta memberdayakan Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa.

Restorasi dan Perlindungan Lahan Gambut: Memastikan sekat kanal (canal blocking) di lahan gambut berfungsi optimal untuk menjaga agar lahan tetap basah meskipun musim kemarau panjang melanda.

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Menhut Raja Juli Antoni juga menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta (pemegang konsesi hutan), dan masyarakat luas. Sektor swasta diharapkan mampu menjalankan prosedur pencegahan kebakaran secara ketat di wilayah konsesi mereka masing-masing.

"Kami meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak menunggu api muncul. Mitigasi harus dilakukan sejak dini, sebelum kondisi kekeringan mencapai puncaknya. Pencegahan adalah investasi yang jauh lebih murah dibandingkan biaya pemadaman dan rehabilitasi pasca-bencana," tegas Menhut dalam keterangannya.

Dampak Ekonomi: Lebih dari Sekadar Masalah Lingkungan

Perlu dipahami bahwa El Nino bukan hanya persoalan pohon yang terbakar atau hutan yang kering. Dampaknya merembet ke ekonomi nasional secara luas. Kekeringan yang ekstrem akan mengganggu produksi pertanian yang berdampak pada inflasi harga pangan. Selain itu, kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu sektor transportasi udara dan pariwisata, serta memberikan beban biaya kesehatan yang tinggi bagi negara akibat meningkatnya penyakit pernapasan (ISPA).

Oleh karena itu, kesiapan menghadapi El Nino 2026 harus dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, bukan sekadar urusan teknis kehutanan.

Kesimpulan

Peringatan dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengenai El Nino 2026 yang diprediksi lebih kuat dari tahun 2015 adalah sebuah alarm penting bagi bangsa Indonesia. Dengan ancaman kekeringan ekstrem, risiko karhutla yang masif, serta dampak ekonomi yang luas, diperlukan kerja keras dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Langkah mitigasi yang proaktif, penguatan teknologi peringatan dini, serta perlindungan terhadap lahan gambut harus menjadi prioritas utama demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dari dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.