Normalisasi Saluran Irigasi: Melakukan pengerukan sedimen atau lumpur yang menumpuk di dasar saluran irigasi untuk memperlancar aliran air.
Perbaikan Pintu Air: Mengganti atau memperbaiki pintu-pintu air yang rusak agar pengaturan debit air ke tiap blok sawah dapat dilakukan secara presisi.
Optimalisasi Bendungan dan Embung: Memastikan cadangan air di bendungan dan embung kecil dapat dialirkan secara maksimal melalui jaringan irigasi sekunder dan tersier.
Pembangunan Jaringan Irigasi Baru: Mengidentifikasi wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan irigasi permanen untuk segera diberikan bantuan infrastruktur pengairan.
Dampak Kekeringan terhadap Ketahanan Pangan Nasional
Persoalan irigasi ini memiliki korelasi langsung dengan upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Ketika distribusi air terhambat, produktivitas lahan akan menurun drastis. Penurunan produksi padi nasional akan berdampak pada kenaikan harga beras di pasar, yang pada akhirnya membebani daya beli masyarakat luas.
Menteri Dody Hanggodo memahami bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi bagi jutaan masyarakat di pedesaan. Oleh karena itu, peran Kementerian PU sangat krusial dalam menyediakan "nadi" bagi pertanian, yakni infrastruktur pengairan yang andal. Jika infrastruktur air tidak dijaga, maka upaya peningkatan produksi pangan melalui benih unggul atau pupuk subsidi sekalipun akan sia-sia karena tanaman kekurangan air.
Sinergi Antar Lembaga dalam Penanganan Kekeringan
Menteri PU juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral. Masalah kekeringan tidak bisa diselesaikan oleh Kementerian PU sendirian. Diperlukan sinergi dengan Kementerian Pertanian terkait pola tanam, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memastikan daerah aliran sungai (DAS) tetap terjaga kelestariannya.