1. Regulasi dan Kepastian Hukum
Salah satu hambatan paling klasik namun paling mendasar adalah kompleksitas regulasi. Investor membutuhkan payung hukum yang jelas, konsisten, dan tidak berubah-ubah dalam waktu singkat. Ketidaksinkronan antara aturan di tingkat pusat dan daerah seringkali menciptakan ketidakpastian yang menghambat masuknya investasi skala besar ke sektor PLTS.
2. Skema Pembiayaan dan Investasi
Proyek PLTS skala besar membutuhkan belanja modal (capital expenditure) yang sangat tinggi di awal. Tantangan muncul ketika akses terhadap pembiayaan hijau (green financing) dengan bunga rendah masih terbatas bagi sebagian pelaku industri. Selain itu, mekanisme bankability dari proyek-proyek energi terbarukan di Indonesia perlu terus diperkuat agar dapat menarik minat investor internasional.
3. Kesiapan Infrastruktur Jaringan (Grid Readiness)
Sifat energi surya yang bersifat intermiten (bergantung pada cuaca dan waktu) menjadi tantangan teknis bagi stabilitas jaringan listrik nasional (PLN). Tanpa sistem jaringan yang cerdas (smart grid) dan teknologi penyimpanan energi yang mumpuni, penambahan kapasitas PLTS dalam skala besar dapat mengganggu keseimbangan beban listrik nasional.
4. Tantangan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Kebijakan TKDN bertujuan baik untuk membangun industri manufaktur lokal. Namun, di sisi lain, regulasi ini seringkali dianggap menjadi kendala jika kapasitas industri dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan pasar dengan harga yang kompetitif. Penyeimbangan antara upaya industrialisasi domestik dan percepatan instalasi PLTS menjadi isu yang sangat sensitif bagi para pengembang.
5. Ketersediaan dan Alokasi Lahan
Pembangunan PLTS skala besar (utility-scale) membutuhkan lahan yang luas. Di Indonesia, persaingan penggunaan lahan antara sektor energi, pertanian, kehutanan, dan pemukiman sangatlah ketat. Diperlukan manajemen tata ruang yang komprehensif agar pengembangan PLTS tidak berbenturan dengan kepentingan ketahanan pangan atau kelestarian ekosistem hutan.
6. Integrasi Teknologi dan Sistem Penyimpanan (BESS)