DWJ Manajement - PORTAL

Minimum Harga Saham Gocap Dihapus, OJK Sebut Investor Nyangkut Bisa Selamat

Oleh: DWJ-Manajement • 25 Sep 2026
Minimum Harga Saham Gocap Dihapus, OJK Sebut Investor Nyangkut Bisa Selamat

Transparansi Harga: Harga akan terbentuk melalui proses pengumpulan order jual dan beli dalam satu periode tertentu, kemudian dicocokkan pada satu harga keseimbangan.

Penyaringan Emiten: Hanya saham-saham yang masuk dalam kriteria pemantauan khusus yang akan menerapkan mekanisme ini, sehingga pasar reguler tetap terjaga stabilitasnya.

Mengapa Investor 'Nyangkut' Bisa Selamat?

Istilah "selamat" yang digunakan oleh OJK merujuk pada kemampuan investor untuk melakukan exit strategy atau strategi keluar dari portofolio yang sudah tidak produktif. Dalam kondisi pasar normal dengan batasan Rp 50, saham yang tidak memiliki pembeli akan menyebabkan dana investor "terkunci" dalam waktu yang tidak ditentukan.

Dengan adanya penghapusan batas bawah, skenario berikut dapat terjadi:

Seorang investor memiliki saham di harga Rp 200 yang kini turun ke Rp 50. Karena tidak ada pembeli di Rp 50, investor tersebut hanya bisa pasrah melihat nilai portofolionya menyusut. Namun, dengan aturan baru, jika ada pihak yang bersedia membeli di harga Rp 20 atau Rp 10 melalui mekanisme FCA, investor tersebut dapat segera menjual sahamnya. Meskipun mengalami kerugian (capital loss), investor tersebut berhasil menyelamatkan sisa modalnya daripada membiarkan modal tersebut mati total tanpa bisa dicairkan.

Dampak Psikologis dan Strategi Bagi Investor Ritel

Perubahan regulasi ini tentu membawa dampak psikologis yang signifikan bagi komunitas investor ritel di Indonesia. Di satu sisi, ada rasa lega karena adanya harapan untuk keluar dari saham-saham bermasalah. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa saham-saham yang sudah buruk akan turun jauh lebih dalam karena tidak ada lagi "lantai" pelindung di angka Rp 50.

Para ahli menyarankan agar investor ritel tidak panik, namun tetap waspada dan lebih selektif dalam memilih emiten. Berikut adalah beberapa tips strategi dalam menghadapi perubahan aturan ini:

1. Perhatikan Fundamental Emiten

Jangan hanya terpaku pada harga murah. Saham yang turun di bawah Rp 50 seringkali mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sedang dalam masalah serius, seperti gagal bayar utang, masalah hukum, atau penurunan kinerja yang drastis. Hindari membeli saham hanya karena harganya terlihat "sangat murah".

2. Pahami Risiko Likuiditas