Harga Terjangkau, Minyak Tanah Bersubsidi Rp4.000 per Liter Tetap Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Maluku
MALUKU TENGAH – Di tengah arus modernisasi penggunaan gas LPG yang semakin masif di berbagai wilayah Indonesia, sebuah fenomena menarik masih terjadi di pelosok kepulauan Maluku. Bagi sebagian besar warga, terutama di wilayah Maluku Tengah, minyak tanah bersubsidi bukan sekadar bahan bakar alternatif, melainkan tumpuan utama untuk menyambung kehidupan sehari-hari.
Ketergantungan ini terlihat jelas di Pangkalan Desa Tulehu, Maluku Tengah. Setiap harinya, warga tampak mengantre atau mendatangi pangkalan untuk mendapatkan jatah minyak tanah dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp4.000 per liter. Harga ini menjadi magnet kuat bagi masyarakat menengah ke bawah yang berusaha menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga mereka.
Daya Tarik Harga: Mengapa Minyak Tanah Tetap Menjadi Primadona?
Salah satu alasan utama mengapa minyak tanah bersubsidi masih menjadi andalan adalah faktor efisiensi biaya. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang seringkali tidak menentu, harga Rp4.000 per liter memberikan kepastian ekonomi bagi warga. Bagi keluarga dengan pendapatan terbatas, selisih harga antara bahan bakar bersubsidi dengan bahan bakar non-subsidi atau energi lainnya sangatlah signifikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kebutuhan akan minyak tanah ini mencakup berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari:
Kegiatan Memasak: Banyak warga yang masih menggunakan kompor minyak tanah karena dianggap lebih stabil untuk jenis masakan tertentu.
Penerangan: Di beberapa titik yang mungkin masih mengalami kendala akses listrik yang stabil, minyak tanah menjadi solusi penerangan darurat yang murah.
Kebutuhan UMKM Kecil: Pedagang makanan skala kecil di lingkungan desa seringkali memanfaatkan minyak tanah untuk menekan biaya operasional produksi mereka.
Keterjangkauan harga ini menciptakan semacam "jaring pengaman sosial" tidak langsung bagi masyarakat di Desa Tulehu dan sekitarnya. Dengan harga yang tetap terkendali melalui skema subsidi pemerintah, beban ekonomi warga dapat ditekan, sehingga sisa pendapatan dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya seperti pendidikan dan pangan.
Perbandingan Ekonomi: Minyak Tanah vs Bahan Bakar Lain