DWJ Manajement - PORTAL

Minyak Tanah Subsidi Rp4.000 per Liter Masih Jadi Andalan Warga Maluku

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
Minyak Tanah Subsidi Rp4.000 per Liter Masih Jadi Andalan Warga Maluku

Menatap Masa Depan: Transisi Energi atau Mempertahankan Tradisi?

Pemerintah Indonesia sebenarnya terus mendorong transisi energi dari minyak tanah ke LPG sebagai bagian dari program modernisasi energi nasional. Namun, apa yang terjadi di Maluku menunjukkan bahwa kebijakan transisi energi harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi dan kesiapan infrastruktur di daerah terpencil.

Transisi tidak boleh sekadar memindahkan jenis bahan bakar, tetapi harus memastikan bahwa energi pengganti tersebut juga memiliki keterjangkauan yang sama dengan minyak tanah bersubsidi. Jika harga gas di tingkat pangkalan melambung atau distribusinya sering terhambat, maka masyarakat akan secara alami kembali ke penggunaan minyak tanah yang sudah terbukti stabil di wilayah mereka.

Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam proses transisi energi di wilayah kepulauan seperti Maluku:

Edukasi Masyarakat: Memberikan pemahaman mengenai efisiensi penggunaan gas LPG dibandingkan minyak tanah.

Perbaikan Infrastruktur: Memastikan rantai distribusi LPG menjangkau hingga ke pelosok desa dengan harga yang tetap bersubsidi.

Pendekatan Berbasis Lokal: Mengakomodasi kebiasaan dan kebutuhan spesifik masyarakat setempat dalam memilih jenis bahan bakar.

Kesimpulan

Minyak tanah bersubsidi dengan harga Rp4.000 per liter masih memegang peranan vital bagi kehidupan ekonomi warga di Maluku, khususnya di Desa Tulehu, Maluku Tengah. Meskipun program transisi ke LPG terus digalakkan, faktor keterjangkauan harga, stabilitas pasokan, dan kemudahan akses di pangkalan desa menjadikan minyak tanah tetap menjadi andalan utama bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

Keberadaan subsidi ini terbukti efektif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi. Kedepannya, pemerintah diharapkan tetap memperhatikan kesiapan infrastruktur distribusi energi di wilayah kepulauan agar transisi energi dapat berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat lokal tanpa membebani pengeluaran harian mereka.