DWJ Manajement - PORTAL

Modal Asing Masuk RI Tembus US$ 8,5 Miliar di Kuartal II 2026

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
Modal Asing Masuk RI Tembus US$ 8,5 Miliar di Kuartal II 2026

Ekonomi RI Menguat, Modal Asing Tembus US$ 8,5 Miliar pada Kuartal II 2026

Aliran dana masuk ke pasar keuangan domestik melonjak signifikan, didorong oleh tingginya minat investor pada instrumen SBN dan SRBI.

JAKARTA - Kabar baik datang dari sektor moneter Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, arus modal asing (foreign capital inflow) yang masuk ke pasar keuangan Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif. Pada kuartal II tahun 2026, aliran modal asing tercatat menembus angka fantastis sebesar US$ 8,5 miliar.

Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi dan fundamental makroekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik. Lonjakan modal ini memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi otoritas moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta memastikan likuiditas di pasar domestik tetap terjaga.

Destry Damayanti: SBN dan SRBI Jadi Magnet Utama

Pejabat Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kombinasi kebijakan moneter yang responsif dan daya tarik instrumen keuangan dalam negeri. Menurutnya, arus modal yang masuk pada triwulan kedua 2026 ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan didorong oleh permintaan yang kuat terhadap instrumen surat utang dan instrumen moneter baru.

“Modal asing masuk ke Indonesia mencapai US$ 8,5 miliar pada triwulan II 2026. Hal ini didorong oleh aliran dana yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) serta instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” ujar Destry dalam keterangannya kepada awak media.

Destry menekankan bahwa kombinasi antara SBN yang menawarkan imbal hasil (yield) kompetitif serta SRBI yang dirancang untuk menarik likuiditas jangka pendek, telah menciptakan ekosistem yang sangat menarik bagi para pemodal asing. Investor melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar yang tumbuh, tetapi juga sebagai tempat yang aman untuk menempatkan aset mereka dalam jangka menengah hingga panjang.

Peran Strategis SBN dalam Menarik Investor Global

Surat Berharga Negara (SBN) tetap menjadi primadona dalam portofolio investor asing. Sebagai instrumen utang pemerintah, SBN dianggap memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah, menjadikannya aset safe haven di kawasan emerging markets. Beberapa faktor yang membuat SBN tetap diminati adalah:

Yield yang Kompetitif: Dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, imbal hasil SBN Indonesia menawarkan premium yang menarik bagi investor.

Stabilitas Makroekonomi: Kedisiplinan fiskal pemerintah Indonesia memberikan keyakinan bahwa kemampuan membayar utang tetap terjaga.

Likuiditas Pasar: Pasar SBN Indonesia yang dalam dan likuid memudahkan investor untuk melakukan transaksi jual-beli tanpa mengalami hambatan harga yang ekstrem.