DWJ Manajement - PORTAL

MRT Jakarta Bakal 'Sulap' Kawasan Blok M, Ini Bocorannya

Oleh: DWJ-Manajement • 24 Sep 2026
MRT Jakarta Bakal 'Sulap' Kawasan Blok M, Ini Bocorannya

Integrasi Antarmoda yang Mulus: Tidak hanya menghubungkan MRT dengan TransJakarta, pengembangan ini akan memastikan perpindahan penumpang dari MRT ke moda transportasi lain seperti mikrotrans, bus, hingga jalur pedestrian menjadi sangat nyaman dan minim hambatan.

Revitalisasi Ruang Publik dan Pedestrian: Blok M akan disulap menjadi kawasan yang sangat ramah pejalan kaki. Jalur pedestrian akan diperlebar, dipercantik, dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti peneduh serta area duduk yang membuat orang betah berlama-lama.

Pusat Ekonomi dan Kreatif Baru: Kawasan ini akan dioptimalkan untuk menampung berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari ritel modern, pusat kuliner, hingga ruang-ruang kreatif yang dapat mengakomodasi komunitas anak muda dan pelaku UMKM.

Pengembangan Area Komersial dan Hunian: Konsep ini akan mendorong adanya pembangunan gedung-gedung yang memiliki fungsi campuran (mixed-use development), di mana fungsi perkantoran, hunian vertikal, dan area komersial berada dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Dampak Ekonomi dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat

Pengembangan kawasan Blok M secara masif diprediksi akan memberikan dampak domino terhadap perekonomian Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Selatan. Peningkatan nilai properti di sekitar stasiun MRT Blok M dipastikan akan meroket seiring dengan meningkatnya aksesibilitas dan kenyamanan kawasan tersebut.

Selain itu, bagi para pelaku usaha, transformasi ini adalah peluang emas. Dengan meningkatnya jumlah orang yang berkunjung ke Blok M bukan hanya untuk transit, tetapi juga untuk beraktivitas (staying), maka perputaran uang di sektor F&B (Food and Beverage), ritel, dan jasa akan meningkat tajam. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi lokal.

Dari sisi sosial, Ultimate Development Blok M diharapkan dapat mengubah gaya hidup masyarakat Jakarta. Jika selama ini mobilitas warga sangat bergantung pada kendaraan pribadi yang memicu kemacetan, kehadiran kawasan yang "hidup" di sekitar stasiun akan mendorong warga untuk kembali memilih transportasi umum sebagai pilihan utama yang praktis dan menyenangkan.