Selain penyusutan kapitalisasi, bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI juga mengalami tekanan hebat. Saat ini, bobot tersebut tercatat hanya berada di angka yang sangat minim, yakni 0,43 persen.
Angka yang sangat kecil ini menunjukkan bahwa pangsa pasar Indonesia dalam indeks global semakin terpinggirkan. Hal ini tentu berdampak langsung pada aliran dana investasi asing yang masuk ke bursa domestik.
Ancaman Penurunan Status Pasar
Risiko paling nyata dari fenomena ini adalah ancaman penurunan status klasifikasi pasar Indonesia. MSCI memberikan sinyal bahwa Indonesia berisiko turun kelas dari status Emerging Market.
Jika penurunan ini terjadi, Indonesia berpotensi beralih menjadi Standalone Market. Perubahan status ini akan membawa konsekuensi serius bagi ekosistem investasi di dalam negeri, di antaranya:
Potensi arus keluar modal (capital outflow) yang masif dari investor institusi global.