DWJ Manajement - PORTAL

Ngeri! AI Bisa Kuras Rekening, OJK Bongkar Modusnya

Oleh: DWJ-Manajement 05 Aug 2026
Ngeri! AI Bisa Kuras Rekening, OJK Bongkar Modusnya

```html

Ngeri! AI Bisa Kuras Rekening, OJK Bongkar Modus Penipuan Canggih yang Mengincar Tabungan Anda

JAKARTA - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, AI memberikan kemudahan luar biasa dalam berbagai sektor kehidupan, namun di sisi lain, teknologi ini mulai disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kriminalitas keuangan yang sangat rapi dan sulit dideteksi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat. Modus penipuan berbasis AI dilaporkan semakin canggih, mulai dari manipulasi suara hingga wajah, yang bertujuan untuk menguras saldo rekening nasabah dalam sekejap. Penipuan ini tidak lagi sekadar mengirimkan pesan teks (SMS) atau WhatsApp berisi tautan palsu, melainkan sudah masuk ke ranah manipulasi psikologis yang berbasis teknologi tinggi.

Transformasi Kejahatan Digital: Dari Phishing ke Deepfake

Jika beberapa tahun lalu kita hanya mengenal modus phishing melalui email atau pesan singkat yang meminta data pribadi, kini pelaku kejahatan telah naik level. Dengan memanfaatkan teknologi Generative AI, pelaku dapat menciptakan konten palsu yang terlihat dan terdengar sangat nyata.

Salah satu ancaman paling nyata yang disoroti adalah teknologi Deepfake. Teknologi ini mampu meniru wajah dan suara seseorang dengan tingkat akurasi yang menakutkan. Bayangkan, Anda menerima panggilan video dari anggota keluarga yang meminta bantuan dana darurat, atau menerima pesan suara dari atasan di kantor yang memerintahkan transfer dana segera. Suaranya, intonasinya, bahkan ekspresi wajahnya tampak sangat asli, padahal semuanya adalah hasil rekayasa algoritma AI.

Fenomena ini membuat batas antara realitas dan manipulasi menjadi sangat tipis. Hal inilah yang membuat penipuan berbasis AI jauh lebih berbahaya dibandingkan modus konvensional, karena ia menyerang sisi emosional dan kepercayaan manusia secara langsung.

Modus Voice Cloning: Meniru Suara Orang Terdekat

Voice cloning atau kloning suara menjadi salah satu senjata utama para penipu saat ini. Pelaku hanya memerlukan sampel suara singkat—yang bisa diambil dari video media sosial seperti Instagram, TikTok, atau YouTube—untuk melatih model AI agar dapat meniru suara tersebut secara identik.

Setelah suara berhasil ditiru, pelaku akan menghubungi korban melalui panggilan telepon. Mereka akan menggunakan skenario darurat, seperti kecelakaan, penangkapan polisi, atau masalah medis mendesak, untuk memancing korban melakukan transfer uang tanpa berpikir panjang. Karena suara yang terdengar sangat mirip dengan orang yang dikenal, korban seringkali kehilangan kewaspadaan dalam hitungan detik.