Berikut adalah rincian fokus utama yang sedang diupayakan pemerintah:
Penguatan Kualitas Emiten dan Pasar: Pemerintah mendorong agar perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa (emiten) memiliki kualitas fundamental yang solid. Hal ini mencakup transparansi laporan keuangan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta kepatuhan terhadap standar ESG (Environmental, Social, and Governance).
Peningkatan Kepercayaan Investor: Kepercayaan adalah mata uang utama dalam pasar modal. Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat perlindungan investor, baik investor domestik maupun asing, melalui pengawasan yang lebih ketat dari otoritas terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perbaikan Iklim Investasi: Menciptakan ekosistem yang memudahkan masuknya modal baru, baik melalui kemudahan regulasi maupun stabilitas kebijakan ekonomi, guna memastikan aliran dana tetap mengalir deras ke pasar modal Indonesia.
Tantangan Ketidakpastian Global yang Menghantui
Meskipun tren domestik menunjukkan arah positif, pemerintah tidak bisa menutup mata terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian. Konflik di berbagai belahan dunia, kebijakan moneter ketat dari bank sentral negara-negara maju, hingga fluktuasi harga komoditas global menjadi variabel yang dapat dengan cepat mengubah arah pasar.
Airlangga menekankan bahwa volatilitas global dapat dengan mudah memicu arus keluar modal asing (capital outflow) jika pasar modal Indonesia tidak memiliki ketahanan yang cukup. Oleh karena itu, memperkuat basis investor domestik menjadi salah satu strategi mitigasi risiko yang paling krusial. Dengan basis investor lokal yang kuat, pasar modal Indonesia akan memiliki "bantalan" yang mampu meredam guncangan dari sentimen luar negeri.