Bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD), isu pemindahan payroll ini bukan sekadar masalah teknis administratif, melainkan masalah eksistensial. Berikut adalah beberapa alasan mengapa ketergantungan BPD terhadap gaji ASN sangat tinggi:
Sumber Dana Murah (CASA): Gaji ASN yang masuk secara rutin setiap bulan menjadi sumber dana murah bagi BPD. Dana ini sangat krusial untuk menekan biaya dana (cost of fund) agar BPD dapat menyalurkan kredit dengan bunga yang kompetitif.
Loyalitas Nasabah: Pegawai ASN yang menggunakan BPD sebagai tempat menerima gaji cenderung akan menggunakan produk perbankan lainnya, seperti kredit konsumtif (Kredit Multiguna), tabungan, hingga layanan perbankan digital.
Pendapatan Non-Bunga (Fee-Based Income): Transaksi rutin terkait penggajian, pembayaran pajak daerah, dan layanan perbankan lainnya memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan berbasis komisi atau fee-based income bagi BPD.
Stabilitas Likuiditas Daerah: BPD berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi daerah. Dengan dana yang dihimpun dari ASN setempat, BPD dapat menyalurkan kembali modal tersebut untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur dan UMKM di wilayah yang sama.
Jika aliran dana ini dialihkan ke Bank BUMN, dikhawatirkan akan terjadi penurunan likuiditas yang signifikan pada BPD, yang pada akhirnya dapat menghambat kemampuan mereka dalam memberikan kredit kepada masyarakat lokal.
Persaingan Antara Bank BUMN dan BPD dalam Ekosistem Keuangan Daerah