Sistem Pengereman: Rem adalah komponen paling vital. Perusahaan harus memastikan mitra menggunakan kendaraan dengan sistem pengereman yang berfungsi optimal.
Kondisi Ban: Ban yang sudah tipis atau gundul sangat berisiko menyebabkan slip, terutama saat cuaca hujan.
Lampu dan Kelistrikan: Lampu utama, lampu rem, dan lampu sein harus berfungsi dengan baik untuk memastikan visibilitas dan komunikasi antar pengguna jalan.
Kondisi Rangka dan Suspensi: Mengingat beban kerja yang berat, keausan pada rangka atau suspensi dapat mengganggu stabilitas kendaraan.
Emisi Gas Buang: Sebagai bagian dari angkutan umum, kendaraan juga harus memenuhi standar lingkungan hidup agar tidak menambah polusi secara berlebih.
Tanggung Jawab Perusahaan Aplikasi di Era Baru
Selama ini, perusahaan aplikasi seringkali berargumen bahwa kendaraan adalah milik pribadi mitra, sehingga tanggung jawab pemeliharaan sepenuhnya berada di tangan pengemudi. Namun, dalam skema angkutan umum, pola pikir ini perlu diubah.
Perusahaan aplikasi didorong untuk menciptakan sistem "self-assessment" atau pemeriksaan mandiri secara berkala melalui aplikasi mereka. Misalnya, pengemudi diwajibkan mengunggah bukti servis rutin atau melakukan pengecekan komponen secara digital sebelum dapat menerima pesanan. Selain itu, kerja sama dengan bengkel-bengkel mitra juga bisa menjadi solusi untuk memudahkan pengemudi melakukan perawatan kendaraan dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Jika perusahaan aplikasi mampu menjamin bahwa setiap kendaraan yang beroperasi telah melalui verifikasi standar keselamatan yang layak, maka kepercayaan masyarakat terhadap transportasi online sebagai bagian dari angkutan umum resmi akan meningkat secara signifikan. Hal ini akan menjadi fondasi kuat bagi integrasi moda transportasi di masa depan.