DWJ Manajement - PORTAL

Operator Resmi Teriak! Emas Sangihe Rp 200 M Malah Dikeruk Tambang Ilegal

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
Operator Resmi Teriak! Emas Sangihe Rp 200 M Malah Dikeruk Tambang Ilegal

Skandal Emas Sangihe: Kerugian Fantastis Rp 200 Miliar Akibat Penambangan Ilegal, Operator Resmi Menjerit!

Sangihe, Sulawesi Utara – Dunia pertambangan Indonesia kembali diguncang oleh kabar mengejutkan terkait maraknya praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang merajalela di wilayah Kepulauan Sangihe. Bukan sekadar gangguan operasional biasa, praktik ilegal ini dilaporkan telah menguras kekayaan alam yang nilainya mencapai angka fantastis, yakni Rp 200 miliar dalam kurun waktu yang sangat singkat.

Kabar ini mencuat setelah pihak operator resmi yang memegang konsesi legal menyuarakan keprihatinan mendalam atas hilangnya potensi pendapatan negara dan rusaknya tatanan industri pertambangan yang seharusnya berjalan sesuai regulasi. Eksploitasi besar-besaran oleh para penambang liar ini dinilai telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan dan memerlukan tindakan tegas dari pemerintah.

Pengakuan Mengejutkan Direktur Utama PT TMS

Terry Filbert, Direktur Utama PT TMS, secara terbuka mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai skala kerusakan dan kerugian yang terjadi di lapangan. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa dalam periode hanya 5 hingga 6 bulan terakhir, aktivitas penambangan ilegal atau PETI di wilayah Sangihe telah mengeruk emas dengan nilai estimasi mencapai Rp 200 miliar.

Angka ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan representasi dari hilangnya potensi ekonomi yang seharusnya masuk ke kas negara melalui mekanisme royalti, pajak, dan retribusi resmi. Terry menekankan bahwa keberadaan penambang ilegal ini tidak hanya merugikan perusahaan pemegang izin resmi, tetapi juga mencuri hak negara untuk mengelola sumber daya alamnya secara berkelanjutan.

"Ini adalah situasi yang sangat kritis. Kita berbicara tentang nilai ratusan miliar rupiah yang hilang begitu saja ke tangan oknum-oknum tidak bertanggung jawab dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini menciptakan ketidakadilan bagi para pelaku usaha yang sudah taat aturan dan menjalankan prosedur lingkungan yang ketat," ungkap Terry Filbert.

Dampak Ekonomi: Negara Kehilangan Potensi Pendapatan Besar

Maraknya PETI di Sangihe memberikan dampak domino yang merugikan stabilitas ekonomi daerah maupun nasional. Ketika emas dikeruk secara ilegal, seluruh rantai nilai ekonomi yang seharusnya menyertai proses pertambangan menjadi terputus. Berikut adalah beberapa kerugian ekonomi utama yang dialami negara:

Kehilangan Pendapatan Negara: Tidak adanya pembayaran royalti kepada negara berarti hilangnya pemasukan langsung dari sektor sumber daya alam.

Kebocoran Pajak: Penambang ilegal tidak terdaftar dalam sistem perpajakan, sehingga pajak penghasilan (PPh) maupun pajak pertambahan nilai (PPN) dari transaksi emas tersebut hilang.