Berikut adalah beberapa langkah strategis yang sedang dan akan terus dilakukan oleh otoritas terkait:
Pemantauan Satelit secara Real-Time: Menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk mendeteksi munculnya hotspot baru secara cepat di seluruh wilayah penyangga IKN.
Patroli Darat Rutin: Meningkatkan frekuensi patroli di area-area yang dianggap rawan terbakar, terutama pada lahan gambut dan kawasan hutan kering.
Koordinasi dengan Manggala Agni dan BPBD: Memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadam kebakaran di lapangan agar dapat segera dikerahkan ke lokasi titik api.
Sosialisasi kepada Masyarakat: Mengimbau warga di sekitar wilayah penyangga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara ilegal yang dapat memicu kebakaran luas.
Penyediaan Infrastruktur Air: Memastikan ketersediaan sumber air di titik-titik rawan untuk mempermudah proses pemadaman jika terjadi kebakaran.
Tantangan Cuaca dan Kondisi Geografis
Kondisi cuaca yang cenderung kering di wilayah Kalimantan Timur dalam beberapa pekan terakhir menjadi faktor utama meningkatnya risiko Karhutla. Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan vegetasi di hutan-hutan sekitar menjadi sangat mudah terbakar. Jika terjadi percikan api, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia, api dapat merambat dengan cepat melalui permukaan lahan.
Selain faktor cuaca, kondisi geografis Kalimantan yang memiliki banyak area lahan gambut juga menjadi tantangan tersendiri. Kebakaran pada lahan gambut sering kali sulit dipadamkan karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah, sehingga memerlukan teknik pemadaman khusus agar tidak muncul kembali secara tiba-tiba.