DWJ Manajement - PORTAL

Pakar BRIN Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Padam

Oleh: DWJ-Manajement 10 Jul 2026
Pakar BRIN Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Padam

Langkah Strategis untuk Mengatasi Kebakaran TPA

Untuk mengatasi masalah api bawah permukaan ini, metode pemadaman konvensional tidak akan cukup. Diperlukan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis sains. Beberapa langkah yang disarankan oleh para pakar meliputi:

Metode Penggalian dan Pembalikan (Landfill Mining): Petugas harus melakukan penggalian secara mendalam untuk membongkar tumpukan sampah. Tujuannya adalah untuk memecah struktur sampah agar api yang tersembunyi bisa terlihat dan langsung disiram dengan air atau bahan pemadam lainnya.

Pemberian Lapisan Penutup (Smothering): Menutup area kebakaran dengan lapisan tanah yang tebal atau material non-combustible lainnya untuk memutus pasokan oksigen secara total ke dalam tumpukan sampah.

Pemantauan Suhu secara Berkala: Penggunaan sensor suhu atau termografi diperlukan untuk memetakan titik-titik panas (hotspots) di bawah permukaan agar pemadaman lebih tepat sasaran.

Pengaturan Drainase Gas: Membangun sistem pipa untuk mengalirkan gas metana keluar dari tumpukan sampah secara terkendali guna mengurangi risiko ledakan.

Upaya ini tentu membutuhkan waktu yang lama, biaya yang besar, serta koordinasi yang intensif antara pemerintah daerah, tim pemadam kebakaran, dan pakar dari lembaga penelitian seperti BRIN.

Kesimpulan

Kebakaran di TPA Jatiwaringin bukanlah kebakaran biasa. Fenomena api bawah permukaan yang disebabkan oleh akumulasi panas dekomposisi dan gas metana menjadikan proses pemadaman sangat kompleks dan menantang. Air yang disemprotkan dari permukaan seringkali tidak mampu menjangkau inti api yang tersembunyi di balik lapisan sampah yang padat. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus seperti penggalian mendalam dan pemutusan pasokan oksigen untuk memastikan api benar-benar padam hingga ke akar-akarnya dan tidak muncul kembali di kemudian hari.