DWJ Manajement - PORTAL

Pakar Sebut Erupsi 4 Gunung Api RI Hari Ini Tak Saling Berkaitan

Oleh: DWJ-Manajement • 06 Sep 2026
Pakar Sebut Erupsi 4 Gunung Api RI Hari Ini Tak Saling Berkaitan

Subduksi Lempeng: Proses penunjaman satu lempeng ke bawah lempeng lainnya menciptakan panas dan tekanan yang sangat tinggi, yang kemudian mencairkan batuan menjadi magma.

Kepadatan Jalur Magma: Jalur subduksi di Indonesia menciptakan rangkaian gunung api yang sangat rapat, sehingga secara statistik, peluang terjadinya erupsi di beberapa titik dalam waktu berdekatan menjadi lebih besar.

Dinamika Tektonik: Meskipun tidak memicu erupsi secara langsung secara berantai, pergerakan lempeng tetap menjadi motor penggerak utama yang menyediakan material magma bagi gunung-gunung api di seluruh nusantara.

Menepis Mitos Hubungan Erupsi dengan Gempa Tektonik Besar

Salah satu ketakutan yang paling umum di masyarakat adalah anggapan bahwa erupsi serentak merupakan pertanda akan datangnya gempa tektonik besar atau tsunami. Namun, pakar mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam asumsi tersebut tanpa dasar ilmiah yang kuat.

Secara geologis, terdapat perbedaan mendasar antara aktivitas vulkanik (erupsi) dan aktivitas tektonik (gempa bumi). Erupsi disebabkan oleh pergerakan magma di dalam gunung api, sementara gempa tektonik disebabkan oleh pelepasan energi akibat pergeseran lempeng bumi. Meski keduanya dapat terjadi di wilayah yang sama, mereka adalah mekanisme yang berbeda.

Daryono menambahkan bahwa peningkatan aktivitas vulkanik di beberapa titik memang menunjukkan bahwa sistem vulkanik di Indonesia sedang aktif, namun hal ini tidak bisa dijadikan parameter tunggal untuk memprediksi bencana tektonik berskala besar. Pemantauan harus dilakukan secara terpisah antara aktivitas seismik tektonik dan aktivitas seismik vulkanik.

Peran Vital PVMBG dan Teknologi Pemantauan

Dalam menghadapi situasi ini, peran Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia menjadi sangat krusial. Pemerintah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan 24 jam melalui berbagai perangkat, mulai dari seismograf, deformasi (perubahan bentuk gunung), hingga pengamatan visual.

Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada data resmi dari instansi pemerintah dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya di media sosial. Informasi mengenai status gunung api (Level I hingga Level IV) diberikan secara berkala untuk memastikan masyarakat tahu kapan harus waspada dan kapan harus melakukan evakuasi.

Langkah Mitigasi yang Harus Dilakukan Masyarakat