DWJ Manajement - PORTAL

Pakar Ungkap Alasan Abu Vulkanik Bahaya Bagi Penerbangan

Oleh: DWJ-Manajement • 07 Sep 2026
Pakar Ungkap Alasan Abu Vulkanik Bahaya Bagi Penerbangan

Ketidakseimbangan Aerodinamika: Penumpukan kaca pada bilah turbin mengganggu aliran udara yang seharusnya mulus, menyebabkan getaran hebat pada mesin.

Kerusakan Komponen Internal: Lapisan kaca yang keras dapat mengikis atau bahkan mematahkan bilah turbin yang sangat tipis dan presisi.

Penyumbatan Aliran Udara: Penumpukan material yang meleleh dapat menyumbat saluran udara, yang berujung pada mati mesin secara mendadak (engine flameout).

Penurunan Efisiensi dan Risiko Engine Failure

Bahkan jika mesin tidak mati seketika, penumpukan abu vulkanik akan secara drastis menurunkan efisiensi mesin. Pilot mungkin akan merasakan penurunan daya dorong (thrust) yang tidak wajar. Jika kondisi ini terjadi di tengah fase kritis penerbangan, seperti saat lepas landas atau saat melintasi perairan luas, risiko kecelakaan akan meningkat secara eksponensial.

Gangguan pada Sistem Navigasi dan Sensor Pesawat

Selain ancaman pada mesin, abu vulkanik juga menyerang "indra" dari pesawat, yaitu sensor-sensor navigasi. Pesawat modern sangat bergantung pada sensor eksternal untuk mengukur kecepatan, ketinggian, dan kemiringan pesawat.

Salah satu komponen yang paling rentan adalah Pitot Tube. Ini adalah tabung kecil yang menonjol di badan pesawat yang berfungsi mengukur tekanan udara untuk menentukan kecepatan udara (airspeed). Abu vulkanik yang halus dapat masuk dan menyumbat lubang kecil pada Pitot Tube ini. Ketika sensor tersumbat, pilot akan menerima data kecepatan yang salah atau bahkan tidak ada data sama sekali pada instrumen kokpit.

Kesalahan pembacaan kecepatan ini sangat berbahaya karena:

Pilot bisa tidak menyadari bahwa pesawat sedang terbang terlalu lambat (risiko stall/jatuh).

Pilot bisa tidak menyadari bahwa pesawat terbang terlalu cepat (risiko kerusakan struktural).