Skema Penunjukan Langsung untuk Pemain Kompeten
Rencana Bahlil untuk memungkinkan penunjukan langsung bagi perusahaan kompeten bukanlah tanpa kriteria. Skema ini tidak dimaksudkan untuk membuka celah praktik nepotisme, melainkan untuk memastikan bahwa proyek-proyek strategis dikerjakan oleh pihak yang benar-benar mampu secara teknologi, finansial, dan manajemen proyek.
Beberapa kriteria yang diprediksi akan menjadi syarat utama dalam skema penunjukan langsung ini antara lain:
Rekam Jejak Teruji: Perusahaan harus memiliki pengalaman dalam mengoperasikan proyek PLTS skala besar (utility-scale) dengan efisiensi tinggi.
Kemampuan Finansial yang Kuat: Memiliki akses pendanaan yang stabil untuk menjamin keberlangsungan proyek dari tahap konstruksi hingga operasional.
Transfer Teknologi: Komitmen untuk melakukan transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal guna meningkatkan kapabilitas industri energi dalam negeri.
Kepatuhan terhadap Standar ESG: Perusahaan wajib memenuhi standar Environmental, Social, and Governance (ESG) yang ketat agar sejalan dengan komitmen hijau global.
Dengan fokus pada kompetensi, pemerintah berharap risiko kegagalan proyek atau keterlambatan pembangunan dapat ditekan seminimal mungkin. Penunjukan langsung akan memberikan kepastian hukum dan waktu bagi investor, yang pada akhirnya akan menurunkan biaya modal (cost of capital) karena risiko ketidakpastian berkurang.
Dampak Terhadap Iklim Investasi Hijau di Indonesia