Menurutnya, jika Indonesia mampu mengelola seluruh rantai nilai ini secara terintegrasi, maka angka Rp3.040 triliun tersebut bukan hanya akan menjadi pendapatan industri, tetapi juga akan memperkuat neraca perdagangan nasional secara signifikan.
Mengapa Indonesia Berpeluang Menjadi Juara Dunia?
Pertanyaan besarnya adalah, mengapa Rosan Roeslani begitu yakin bahwa Indonesia bisa menjadi "juara dunia" di sektor ini? Jawabannya terletak pada apa yang dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki oleh banyak negara lain: kekayaan sumber daya alam yang sangat strategis.
Kekuatan Cadangan Nikel sebagai Kunci Utama
Indonesia adalah pemegang cadangan nikel terbesar di dunia. Nikel merupakan komponen krusial dalam pembuatan baterai lithium-ion, yang merupakan jantung dari setiap kendaraan listrik. Dengan menguasai hulu hingga hilir, Indonesia memiliki daya tawar yang luar biasa tinggi terhadap produsen otomotif global.
Strategi hilirisasi yang telah dicanangkan pemerintah selama beberapa tahun terakhir menjadi fondasi utama. Dengan melarang ekspor bijih nikel mentah dan mewajibkan pembangunan smelter di dalam negeri, Indonesia sedang membangun "benteng" ekonomi agar nilai tambah dari kekayaan alam ini dinikmati sepenuhnya oleh bangsa sendiri.
Ekosistem Manufaktur yang Terintegrasi
Selain bahan baku, Indonesia memiliki basis industri manufaktur yang sudah mapan. Kehadiran pabrikan otomotif besar yang sudah memiliki basis produksi di Indonesia memudahkan proses transisi teknologi. Jika integrasi antara penyedia bahan baku (nikel), produsen baterai, dan perakit motor listrik dapat berjalan selaras, maka Indonesia akan menjadi pusat produksi (production hub) bagi pasar regional Asia Tenggara hingga pasar global.
Peran Strategis Danantara dalam Mengakselerasi Investasi
Sebagai lembaga yang memiliki peran krusial dalam pengelolaan investasi strategis negara, Danantara diposisikan sebagai katalisator utama. Kehadiran Danantara diharapkan mampu menjembatani kebutuhan modal besar yang diperlukan untuk membangun infrastruktur industri hijau ini.
Investasi di sektor kendaraan listrik membutuhkan belanja modal (Capex) yang sangat besar dan jangka panjang. Danantara, dengan kapasitas manajemen investasinya, diharapkan dapat:
Menarik investor asing (FDI) untuk menanamkan modal di sektor hilirisasi baterai.
Memfasilitasi skema pembiayaan bagi perusahaan lokal yang ingin melakukan riset dan pengembangan (R&D).
Mendorong kemitraan strategis antara BUMN dan sektor swasta dalam membangun infrastruktur pengisian daya nasional.