DWJ Manajement - PORTAL

Pedagang Ngeluh Harga Cabai Makin Pedas Tembus Rp 80.000/Kg

Oleh: DWJ-Manajement • 06 Nov 2026
Pedagang Ngeluh Harga Cabai Makin Pedas Tembus Rp 80.000/Kg

Harga Cabai Melambung hingga Rp 80.000 per Kg, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

Kenaikan harga sejumlah jenis cabai dalam sepekan terakhir membuat omzet pedagang pasar menurun drastis.

Kondisi harga pangan di pasar tradisional kembali menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan paling tajam adalah cabai.

Harga sejumlah jenis cabai dilaporkan telah menembus angka Rp 80.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi secara bertahap namun terasa sangat berat bagi masyarakat.

Dampak Kenaikan Harga Terhadap Daya Beli

Para pedagang di pasar mulai mengeluhkan kondisi penjualan yang semakin lesu. Hal ini terjadi akibat harga cabai yang melonjak tinggi dalam sepekan terakhir.

Konsumen cenderung membatasi jumlah pembelian atau bahkan menghindari pembelian cabai sama sekali. Kondisi ini membuat perputaran barang di lapak pedagang menjadi terhambat.

Beberapa dampak nyata yang dirasakan oleh para pedagang di lapangan antara lain:

Jumlah pembeli yang datang ke pasar menurun drastis.

Konsumen beralih mencari alternatif bahan lain atau mengurangi porsi belanja.

Omzet harian pedagang merosot tajam dibandingkan pekan sebelumnya.

Risiko kerugian akibat stok cabai yang tidak segera terjual.

Ketidakpastian Harga di Pasar Tradisional

Para pedagang mengaku sangat khawatir dengan fluktuasi harga yang tidak menentu ini. Mereka berharap ada kebijakan yang dapat menstabilkan harga agar daya beli masyarakat kembali normal.

Kenaikan harga yang terjadi secara mendadak ini menjadi tantangan besar bagi kelangsungan usaha kecil di sektor pangan. Jika harga tidak segera stabil, dikhawatirkan dampaknya akan meluas ke komoditas lainnya.

Kesimpulan

Lonjakan harga cabai hingga mencapai Rp 80.000 per kilogram telah berdampak langsung pada penurunan jumlah pembeli di pasar. Para pedagang kini menghadapi tantangan berat akibat penurunan omzet yang signifikan dalam sepekan terakhir. Diperlukan langkah nyata untuk menjaga stabilitas harga pangan agar tidak semakin membebani ekonomi masyarakat.

Menampilkan Seluruh Artikel