DWJ Manajement - PORTAL

Pelindo Gelar Uji Emisi di TTL dan TPS, Targetkan 100 Truk Peti Kemas

Oleh: DWJ-Manajement 13 Aug 2026
Pelindo Gelar Uji Emisi di TTL dan TPS, Targetkan 100 Truk Peti Kemas

Dukung Green Port, Pelindo Gelar Uji Emisi 100 Truk Peti Kemas di Surabaya

Komitmen PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menekan polusi udara di area pelabuhan melalui program pengujian emisi kendaraan angkutan secara masif.

SURABAYA - Dalam upaya nyata mendukung keberlanjutan lingkungan dan mewujudkan konsep pelabuhan ramah lingkungan (Green Port), PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) secara resmi memulai inisiatif uji emisi kendaraan angkutan peti kemas. Langkah strategis ini difokuskan pada kendaraan-kendaraan berat yang beroperasi di area terminal guna memastikan kualitas udara di lingkungan pelabuhan tetap terjaga.

Program ini menyasar armada truk peti kemas yang melayani arus logistik di dua terminal penting di Surabaya, yakni Terminal Teluk Lamong (TTL) dan Terminal Tanjung Perak (TPS). Dengan target pengujian terhadap 100 unit truk, Pelindo berupaya memastikan bahwa setiap armada yang beroperasi telah memenuhi standar emisi yang ditetapkan oleh pemerintah, sekaligus mengurangi dampak negatif gas buang terhadap ekosistem sekitar.

Langkah Konkret Menuju Logistik Hijau di Surabaya

Industri logistik dan kepelabuhanan merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi signifikan terhadap emisi karbon di kawasan pesisir. Mengingat intensitas pergerakan kendaraan berat yang sangat tinggi di wilayah pelabuhan, risiko polusi udara menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

PT Pelindo Terminal Petikemas menyadari bahwa efisiensi logistik tidak boleh mengorbankan aspek lingkungan. Oleh karena karena itu, pelaksanaan uji emisi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang tengah digalakkan oleh seluruh grup Pelindo di tanah air.

Pelaksanaan uji emisi di TTL dan TPS ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi operator terminal lainnya. Dengan melakukan pengawasan ketat terhadap kendaraan angkutan, Pelindo memastikan bahwa rantai pasok nasional tidak hanya berjalan cepat dan efisien, tetapi juga bersih dan berkelanjutan.

Mengapa Uji Emisi Penting bagi Operasional Terminal?

Penerapan uji emisi secara berkala pada armada truk peti kemas memberikan berbagai manfaat jangka panjang, baik bagi pengelola terminal, pemilik kendaraan, maupun lingkungan secara luas. Berikut adalah beberapa poin penting mengapa program ini krusial:

Pengendalian Polusi Udara: Mengurangi kadar karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOx) yang dihasilkan dari pembakaran mesin diesel kendaraan berat.

Kesehatan Lingkungan Kerja: Menciptakan kualitas udara yang lebih sehat bagi para pekerja pelabuhan, sopir truk, dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri pelabuhan.

Efisiensi Mesin Kendaraan: Melalui pengujian, pemilik kendaraan dapat mengetahui kondisi mesin secara dini, sehingga dapat melakukan perawatan preventif yang lebih tepat.

Kepatuhan Regulasi: Memastikan seluruh armada operasional patuh terhadap standar emisi gas buang yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan lingkungan hidup di Indonesia.

Mendukung Citra Green Port: Memperkuat posisi Pelindo sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia yang mengutamakan aspek keberlanjutan (sustainability).

Transformasi Pelindo Menuju Ekosistem Green Port

Konsep Green Port atau Pelabuhan Hijau kini menjadi standar global dalam industri maritim. Pelindo, sebagai tulang punggung logistik nasional, terus bertransformasi untuk mengadopsi teknologi dan praktik yang minim emisi. Pengujian emisi terhadap 100 truk di Surabaya merupakan salah satu kepingan puzzle dalam membangun ekosistem tersebut.

Terminal Teluk Lamong (TTL) sendiri telah lama dikenal sebagai pionir terminal ramah lingkungan di Indonesia. Dengan penggunaan teknologi otomatisasi dan alat bongkar muat berbasis listrik, TTL telah menekan jejak karbon secara signifikan. Melangkah lebih jauh, Pelindo kini memperluas perhatiannya pada kendaraan pendukung seperti truk peti kemas yang masuk ke dalam area terminal.

Ketidakteraturan emisi dari kendaraan angkutan sering kali menjadi faktor utama menurunnya kualitas udara di area pelabuhan. Dengan melakukan intervensi langsung melalui uji emisi, Pelindo mengambil peran aktif dalam memitigasi dampak perubahan iklim dari level operasional terkecil.

Dampak terhadap Efisiensi Rantai Pasok

Mungkin muncul pertanyaan, apakah uji emisi akan menghambat arus keluar-masuk barang? Jawabannya adalah tidak. Justru dengan kendaraan yang memiliki emisi terkendali, performa mesin cenderung lebih optimal dan stabil. Kendaraan dengan emisi tinggi sering kali merupakan indikasi adanya kerusakan pada sistem pembakaran atau sistem bahan bakar, yang jika dibiarkan akan menyebabkan kerusakan fatal dan keterlambatan pengiriman barang.

Dengan memastikan armada dalam kondisi prima, Pelindo secara tidak langsung mendukung kelancaran arus logistik. Truk yang terawat akan meminimalisir risiko mogok di tengah jalan atau kendala teknis lainnya saat berada di area terminal yang sangat sibuk.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun target 100 truk di Surabaya merupakan langkah awal yang besar, tantangan ke depan tetap ada. Integrasi antara regulasi pemerintah, kesadaran pemilik armada swasta, dan kesiapan teknologi pengujian akan menjadi kunci keberhasilan program ini secara berkelanjutan.

Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen untuk tidak hanya berhenti pada pengujian ini saja. Kedepannya, perusahaan berencana untuk mengevaluasi hasil uji emisi ini sebagai dasar untuk mendorong transisi menuju penggunaan kendaraan angkutan yang lebih ramah lingkungan, seperti kendaraan berbasis listrik (Electric Vehicle) atau penggunaan bahan bakar nabati yang lebih rendah emisi.

Dukungan dari seluruh stakeholder, mulai dari perusahaan jasa pengangkutan hingga instansi pemerintah terkait, sangat diperlukan agar program lingkungan ini dapat berjalan secara sistematis dan menyeluruh di seluruh terminal yang dikelola oleh Pelindo di Indonesia.

Kesimpulan

Langkah PT Pelindo Terminal Petikemas melakukan uji emisi terhadap 100 truk peti kemas di Terminal Teluk Lamong dan Terminal Tanjung Perak Surabaya merupakan manifestasi nyata dari komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. Melalui program ini, Pelindo tidak hanya berupaya mematuhi regulasi, tetapi juga memimpin transformasi menuju ekosistem logistik hijau (Green Logistics) yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Keberhasilan inisiatif ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi industri maritim nasional untuk lebih peduli terhadap jejak karbon dan masa depan bumi yang lebih baik.

Menampilkan Seluruh Artikel