Tumpang Tindih Regulasi: Adanya aturan antar kementerian atau lembaga yang belum sinkron, sehingga menciptakan kebingungan bagi investor mengenai aturan mana yang harus dipatuhi terlebih dahulu.
Izin Lingkungan dan Tata Ruang: Kesulitan dalam penyelarasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan kebutuhan proyek investasi strategis, yang seringkali memicu konflik penggunaan lahan.
Masalah Pembebasan Lahan: Kendala sosial dan administratif dalam proses pengadaan tanah yang kerap menjadi penyebab utama keterlambatan proyek infrastruktur maupun industri.
Sinkronisasi Pusat dan Daerah: Perbedaan kecepatan dan pemahaman antara regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat dengan implementasi kebijakan oleh pemerintah daerah (Pemda).
Proses Perizinan Berusaha: Meskipun sistem Online Single Submission (OSS) telah diimplementasikan, masih diperlukan penyempurnaan teknis agar integrasi data antar instansi berjalan tanpa hambatan.
Strategi Pemerintah Mempercepat Realisasi Investasi
Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, realisasi investasi harus bergerak lebih cepat dari sekadar rencana di atas kertas. Strategi yang dijalankan melalui Satgas Debottlenecking mencakup pendekatan proaktif, di mana pemerintah tidak hanya menunggu laporan masalah, tetapi juga melakukan jemput bola terhadap proyek-proyek strategis nasional.
Melalui Satgas ini, pemerintah mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif dengan para pelaku usaha. Investor diberikan kanal khusus untuk menyampaikan keluhan atau hambatan yang mereka hadapi secara langsung. Dengan mekanisme ini, pemerintah dapat memetakan masalah secara real-time dan menentukan skala prioritas penyelesaiannya.
Mendorong Hilirisasi dan Investasi Strategis
Fokus utama dari upaya debottlenecking ini juga diarahkan pada sektor-sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi masa depan, seperti hilirisasi industri mineral, energi terbarukan, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV). Sektor-sektor ini membutuhkan investasi skala besar dengan kompleksitas perizinan yang tinggi.