Menghadapi berbagai tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Pemerintah tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada aspek ketahanan (resilience). Beberapa langkah yang tengah dan akan dilakukan meliputi:
Pertama, memperkuat ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi sumber pangan dan penguatan rantai pasok domestik. Kedua, menjaga stabilitas energi dengan mendorong transisi energi menuju energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil. Ketiga, memperkuat UMKM sebagai jaring pengaman ekonomi masyarakat agar tetap mampu bertahan di tengah tekanan inflasi.
Menjaga Kepercayaan Investor dan Pasar Internasional"
Menjaga kepercayaan investor tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Airlangga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Hal ini mencakup penyederhanaan regulasi melalui implementasi Undang-Undang Cipta Kerja secara konsisten dan peningkatan infrastruktur pendukung di berbagai wilayah.
Dengan adanya kepastian hukum dan kemudahan dalam menjalankan bisnis, Indonesia diharapkan dapat terus menjadi destinasi utama investasi di kawasan Asia Tenggara. Stabilitas politik yang terjaga juga menjadi nilai tambah yang membuat investor merasa aman untuk menanamkan modal jangka panjang di tanah air.
Sinergi Antarlembaga sebagai Kunci Keberhasilan
Keberhasilan dalam menjaga performa ekonomi ini juga sangat bergantung pada sinergi antarlembaga pemerintah. Koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta kementerian/lembaga terkait lainnya menjadi kunci agar setiap kebijakan yang diambil dapat berjalan selaras dan efektif dalam merespons perubahan situasi ekonomi.
Pemerintah meyakini bahwa dengan koordinasi yang solid, setiap potensi risiko dapat diantisipasi lebih dini, dan setiap peluang pertumbuhan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, meskipun dunia sedang dilanda ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang tinggi, prospek ekonomi Indonesia tetap diprediksi akan tumbuh positif. Kekuatan konsumsi domestik, keberhasilan program hilirisasi, serta stabilitas makroekonomi menjadi faktor penentu utama resiliensi Indonesia. Namun, kewaspadaan terhadap dinamika global dan kesiapan dalam melakukan mitigasi risiko melalui kebijakan yang adaptif tetap menjadi prioritas pemerintah guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.