Kewajiban Partisipasi Swasta: Mendorong peran serta perusahaan dalam menyediakan sarana dan prasarana pemadaman.
Rehabilitasi Lahan Pasca-Kebakaran: Memastikan lahan yang terbakar segera dipulihkan untuk mencegah kerusakan ekosistem yang lebih parah.
Mengapa Ekskavator Menjadi Kunci?
Permintaan pemerintah agar pengusaha menyiagakan ekskavator bukanlah tanpa alasan teknis yang kuat. Dalam penanganan karhutla, terutama di lahan gambut, pemadaman api tidak cukup hanya dengan menggunakan air dari helikopter atau selang pemadam konvensional.
Ekskavator memiliki peran vital dalam berbagai tahapan pengendalian karhutla, di antaranya:
1. Pembuatan Sekat Kanal (Canal Blocking)
Di lahan gambut, air adalah kunci utama untuk menjaga lahan tetap basah dan tidak mudah terbakar. Ekskavator digunakan untuk membuat sekat-sekat kanal guna menahan laju air agar tidak mengalir keluar dari kawasan gambut. Dengan terjaganya tinggi muka air tanah, risiko kebakaran akibat lahan yang mengering dapat diminimalisir secara signifikan.
2. Pembuatan Embung dan Sumber Air
Saat api mulai muncul, ketersediaan sumber air di dekat lokasi kejadian menjadi faktor penentu keberhasilan pemadaman. Ekskavator berperan dalam pembuatan embung atau kolam penampungan air darurat yang dapat diakses dengan cepat oleh tim pemadam di lapangan.
3. Pembukaan Jalur Akses Pemadam
Seringkali, lokasi kebakaran berada di area yang sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam standar. Ekskavator diperlukan untuk membuka jalur akses darurat agar peralatan pemadam lainnya dan personel dapat masuk ke titik api dengan aman dan efisien.