DWJ Manajement - PORTAL

Pengamat: Porsi WIKA di PSBI Diambil Alih Bisa Selamatkan Masyarakat

Oleh: DWJ-Manajement • 20 Aug 2026
Pengamat: Porsi WIKA di PSBI Diambil Alih Bisa Selamatkan Masyarakat

Pertama, divestasi memberikan kepastian hukum dan transparansi. Sebagai perusahaan terbuka (Tbk), setiap langkah korporasi yang dilakukan WIKA harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pemegang saham publik dan regulator. Skema divestasi memungkinkan proses penilaian (valuation) dilakukan secara profesional oleh pihak independen, sehingga harga jual saham di PSBI mencerminkan nilai pasar yang wajar.

Kedua, divestasi memberikan fleksibilitas bagi WIKA untuk memilih mitra strategis. Jika dilakukan dengan benar, pelepasan saham ini tidak hanya mendatangkan dana segar, tetapi juga bisa membawa mitra baru yang memiliki kapabilitas untuk mengembangkan PSBI lebih jauh, yang pada akhirnya tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem BUMN.

Korelasi Penyelamatan WIKA dengan Kepentingan Masyarakat

Mungkin muncul pertanyaan di benak publik: "Apa hubungannya kondisi keuangan WIKA dengan masyarakat umum?" Jawabannya terletak pada peran WIKA sebagai agen pembangunan (agent of development) dan statusnya sebagai perusahaan plat merah.

WIKA mengelola banyak proyek infrastruktur yang berdampak langsung pada mobilitas dan ekonomi masyarakat, mulai dari jalan tol, jembatan, hingga bendungan. Jika WIKA mengalami kegagalan finansial yang sistemik, dampaknya akan merembet ke berbagai sektor:

1. Perlindungan Terhadap Anggaran Negara

Sebagai BUMN, stabilitas WIKA sangat berkaitan dengan kesehatan fiskal negara. Kegagalan perusahaan BUMN besar seringkali memerlukan intervensi negara atau suntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) yang bersumber dari pajak masyarakat. Dengan menyelamatkan WIKA melalui divestasi aset seperti di PSBI, pemerintah dapat meminimalisir risiko penggunaan APBN untuk menambal kerugian perusahaan.

2. Keberlangsungan Proyek Strategis Nasional (PSN)

Ketidakmampuan finansial WIKA dapat menghambat penyelesaian proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan. Keterlambatan proyek bukan hanya soal teknis konstruksi, tetapi juga soal hilangnya potensi ekonomi yang seharusnya sudah bisa dinikmati masyarakat, seperti efisiensi waktu tempuh melalui jalan tol atau ketersediaan air melalui bendungan.

3. Stabilitas Lapangan Kerja

Ribuan tenaga kerja bergantung pada operasional WIKA dan sub-kontraktor di bawahnya. Penyelamatan finansial melalui skema divestasi yang sehat akan menjaga stabilitas lapangan kerja dan mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat meningkatkan angka pengangguran dan beban sosial masyarakat.

Tantangan dalam Implementasi Divestasi

Meskipun langkah divestasi terlihat ideal di atas kertas, implementasinya tidaklah mudah. Herry Gunawan dan berbagai pengamat lainnya mengingatkan adanya beberapa tantangan yang harus dihadapi manajemen WIKA dan Kementerian BUMN.

Tantangan pertama adalah penentuan nilai wajar (fair value). Menjual aset di saat perusahaan sedang dalam kondisi sulit seringkali membuat posisi tawar (bargaining power) penjual menjadi lemah. Ada risiko aset dijual dengan harga di bawah nilai intrinsiknya (undervalued), yang justru akan merugikan pemegang saham.