DWJ Manajement - PORTAL

Penyebab IHSG Naik 1% di Awal Sesi 2

Oleh: DWJ-Manajement • 08 Sep 2026
Penyebab IHSG Naik 1% di Awal Sesi 2

Performa Sektor Perbankan: Saham-saham di sektor finansial, khususnya perbankan besar, menjadi motor penggerak utama yang menarik indeks ke zona hijau.

Dominasi Sektor Perbankan sebagai Motor Penggerak

Sektor perbankan kembali membuktikan perannya sebagai tulang punggung IHSG. Pada awal sesi kedua, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Aksi beli pada saham-saham ini tidak hanya meningkatkan nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan, tetapi juga memberikan kepercayaan diri bagi investor ritel untuk ikut masuk ke pasar. Arus kas yang kuat di sektor perbankan ini dianggap sebagai indikator bahwa likuiditas di pasar modal Indonesia sedang dalam kondisi yang sangat baik.

Sentimen Komoditas dan Energi yang Menguat

Selain perbankan, sektor energi dan pertambangan juga memberikan kontribusi yang tidak kalah penting. Kenaikan harga komoditas global telah memicu reli pada saham-saham perusahaan tambang batubara dan nikel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Investor melihat adanya peluang keuntungan jangka pendek dari volatilitas harga komoditas ini. Hal ini berdampak pada peningkatan volume perdagangan di sektor energi, yang secara kolektif membantu mendorong IHSG menembus level psikologis 6.600 ke atas.

Analisis Teknis: Menuju Level Resisten Berikutnya

Dari sisi teknikal, kenaikan IHSG sebesar 1,02 persen ini menunjukkan bahwa indeks sedang berusaha keluar dari fase konsolidasi. Kenaikan menuju level 6.687,03 mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai berkurang dan pembeli (buyers) mulai mengambil kendali pasar.

Para pengamat teknikal melihat bahwa jika IHSG mampu mempertahankan posisinya di atas level 6.650 hingga penutupan sesi kedua nanti, maka terdapat peluang besar bagi indeks untuk menguji level resisten berikutnya di kisaran 6.700 hingga 6.750. Namun, para investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) yang biasanya terjadi jika kenaikan terjadi terlalu cepat dalam satu sesi.