Kategori Hujan: Termasuk dalam kategori hujan lebat hingga sangat lebat.
Sebaran Wilayah: Hujan juga menyebar ke wilayah Depok, Tangerang, dan sebagian Jakarta, namun dengan intensitas yang bervariasi.
Curah hujan di angka 100 mm per hari termasuk dalam kategori ekstrem bagi wilayah urban. Hal inilah yang menjelaskan mengapa banyak titik di wilayah Bogor dan sekitarnya mengalami genangan air dan luapan saluran drainase sesaat setelah hujan turun.
Bagaimana Teknologi Modifikasi Cuaca Bekerja?
Banyak masyarakat yang masih bertanya-tanya, bagaimana mungkin manusia bisa "memerintahkan" hujan untuk turun? Secara teknis, teknologi modifikasi cuaca bekerja dengan memanfaatkan awan yang sudah terbentuk namun belum cukup kuat untuk menjatuhkan presipitasi (hujan) dalam jumlah besar.
Berikut adalah tahapan umum dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca:
Deteksi Awan: Menggunakan radar cuaca untuk mengidentifikasi awan-awan potensial yang memiliki kandungan uap air tinggi.
Penyemaian (Seeding): Pesawat terbang akan terbang ke dalam atau ke arah awan tersebut untuk menyebarkan bahan penyemai (seeding agent).
Proses Nukleasi: Bahan penyemai tersebut bertindak sebagai inti kondensasi. Uap air di sekitar bahan tersebut akan menempel dan membentuk butiran air yang lebih berat.
Presipitasi: Setelah butiran air mencapai bobot yang cukup, gravitasi akan menariknya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.
Dalam konteks Jabodetabek, operasi ini dilakukan dengan sangat presisi agar hujan tidak hanya turun di satu titik, melainkan tersebar di kawasan tangkapan air (catchment area) guna memaksimalkan penyerapan air ke dalam tanah.
Dampak dan Mitigasi Bagi Masyarakat