Ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kapal.
Langkah Mitigasi dan Protokol Keamanan Penumpang
Walaupun layanan dinyatakan normal, pihak otoritas pelabuhan tidak mengabaikan potensi risiko. Protokol keselamatan ditingkatkan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang timbul akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah-langkah mitigasi bencana telah disiapkan secara matang untuk menjamin keselamatan jiwa penumpang dan kru kapal.
Setiap kapal yang beroperasi diwajibkan untuk memastikan seluruh peralatan keselamatan dalam kondisi prima. Hal ini mencakup pemeriksaan rutin terhadap life jacket, sekoci, serta sistem komunikasi darurat. Para kru kapal juga diberikan pengarahan tambahan mengenai prosedur evakuasi jika terjadi keadaan darurat yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik maupun faktor alam lainnya.
Koordinasi Intensif dengan PVMBG dan BMKG
Untuk memastikan akurasi informasi, otoritas penyeberangan melakukan koordinasi intensif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kerja sama ini bertujuan untuk mendapatkan data terkini mengenai:
Status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau secara periodik.
Penyebaran arah angin dan potensi sebaran abu vulkanik di perairan.
Kondisi tinggi gelombang dan cuaca di perairan Selat Sunda.
Dengan adanya integrasi data ini, pengelola pelabuhan dapat mengambil keputusan cepat jika sewaktu-waktu status gunung api meningkat atau jika kondisi alam di laut berubah secara drastis. Keputusan untuk menunda atau menghentikan sementara layanan hanya akan diambil jika terdapat instruksi resmi dari instansi berwenang yang menyatakan bahwa kondisi sudah tidak layak untuk pelayaran.
Kesiapan Sarana dan Prasarana Pelabuhan