DWJ Manajement - PORTAL

Penyimpangan Beras Fortifikasi Diperkirakan Rugikan Masyarakat Rp 71 T

Oleh: DWJ-Manajement 02 Aug 2026
Penyimpangan Beras Fortifikasi Diperkirakan Rugikan Masyarakat Rp 71 T

Biaya Peluang Kesehatan: Peningkatan risiko penyakit dan stunting akibat gagalnya intervensi gizi melalui beras fortifikasi.

Distorsi Pasar: Ketidakadilan ekonomi bagi pelaku usaha yang jujur akibat adanya praktik penyimpangan dalam rantai pasok.

Beban Fiskal Negara: Potensi pembengkakan anggaran kesehatan untuk menangani dampak kesehatan jangka panjang yang muncul.

Mengapa Angka Rp 71 Triliun Begitu Signifikan?

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bagaimana angka Rp 71 triliun ini bisa muncul? Para pengamat ekonomi menilai bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari skala distribusi beras nasional yang sangat masif. Mengingat beras adalah komoditas pokok, setiap persentase kecil saja dari penyimpangan atau penurunan kualitas akan berlipat ganda secara nilai ekonomi saat dikalikan dengan jumlah populasi konsumen.

Penyimpangan ini diduga terjadi di beberapa titik krusial, mulai dari proses fortifikasi di penggilingan, manipulasi standar kualitas saat pengadaan, hingga praktik permainan harga dalam distribusi dari pusat ke daerah-daerah terpencil. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan yang selama ini berjalan.

Krisis Kepercayaan terhadap Program Pangan

Selain kerugian materiil, dampak yang paling berbahaya adalah runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Ketika program yang bertujuan untuk menyejahterakan dan menyehatkan rakyat justru dijadikan ajang untuk mencari keuntungan pribadi oleh oknum tidak bertanggung jawab, maka partisipasi masyarakat dalam program pemerintah lainnya bisa terganggu.

Masyarakat perlu mendapatkan kepastian bahwa beras yang mereka konsumsi, terutama yang diberi label fortifikasi, benar-benar mengandung nutrisi yang dijanjikan. Tanpa transparansi, label "fortifikasi" hanya akan menjadi alat pemasaran semata tanpa manfaat nyata bagi kesehatan.

Langkah Tegas dan Urgensi Pengawasan Ketat

Menanggapi situasi ini, Kementerian Pertanian menekankan pentingnya audit menyeluruh terhadap rantai pasok beras fortifikasi. Amran Sulaiman mengisyaratkan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat adanya indikasi praktik yang merugikan rakyat secara sistemik.

Beberapa langkah yang perlu segera dilakukan untuk memitigasi kerusakan lebih lanjut meliputi: