DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Dorong Pengembangan Panas Bumi Nasional di IIGCE 2026

Oleh: DWJ-Manajement 21 Aug 2026
Pertamina Dorong Pengembangan Panas Bumi Nasional di IIGCE 2026

Penggunaan Teknologi Mutakhir: Implementasi teknologi pemetaan bawah permukaan yang lebih akurat untuk mengurangi ketidakpastian dalam menemukan reservoir panas bumi.

Skema Pendanaan Kreatif: Mengajak investor global untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek eksplorasi guna meringankan beban belanja modal (CAPEX) negara.

Peningkatan Kapasitas SDM: Kolaborasi riset untuk memastikan tenaga ahli lokal mampu mengelola teknologi panas bumi tingkat tinggi.

Melalui ekspansi ini, Pertamina menargetkan penambahan kapasitas terpasang secara signifikan dalam satu dekade ke depan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap bauran energi terbarukan dalam bauran energi nasional yang terus ditingkatkan oleh pemerintah.

Mengapa Panas Bumi Adalah "Game Changer"?

Dalam diskusi di IIGCE 2026, banyak pakar menekankan bahwa panas bumi adalah game changer bagi ketahanan energi Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Jika energi surya dan angin membutuhkan teknologi penyimpanan baterai yang sangat besar untuk menjaga stabilitas listrik, panas bumi mampu bekerja secara mandiri sebagai sumber energi utama yang andal.

Keunggulan Energi Baseload

Salah satu tantangan terbesar dalam mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional (grid) adalah stabilitas. Berikut adalah beberapa alasan mengapa panas bumi menjadi tulang punggung yang ideal:

Ketersediaan 24/7: Panas bumi tidak mengenal siang atau malam, sehingga pasokan listrik tetap stabil tanpa gangguan cuaca.

Jejak Karbon Rendah: Dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis fosil, emisi karbon yang dihasilkan dari operasional panas bumi sangatlah minim.