DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Genjot Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin Produktif

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
Pertamina Genjot Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin Produktif

```html

Pertamina Gas Pol Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin Produktif Demi Target Net Zero Emission

Jakarta - Di tengah desakan global untuk segera melakukan transisi energi dan menekan emisi karbon, raksasa energi nasional PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengambil langkah strategis yang ambisius. Perusahaan yang merupakan subholding upstream Pertamina ini secara resmi menyatakan komitmennya untuk mempercepat implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS).

Langkah ini bukan sekadar upaya pemenuhan kewajiban lingkungan, melainkan sebuah manuver strategis untuk memastikan keberlanjutan bisnis energi di masa depan. PHE menargetkan pemanfaatan teknologi penangkapan karbon ini di sedikitnya 20 basin produktif yang tersebar di berbagai wilayah kerja mereka di Indonesia.

Mempercepat Implementasi CCUS dan CCS sebagai Pilar Transisi Energi

Transisi energi merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi industri minyak dan gas bumi (migas). Di satu sisi, dunia menuntut penurunan emisi gas rumah kaca secara drastis, namun di sisi lain, kebutuhan akan energi tetap tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks inilah, teknologi CCUS dan CCS hadir sebagai "jembatan" yang memungkinkan produksi energi tetap berjalan sembari meminimalisir dampak buruk terhadap atmosfer.

Secara teknis, CCS berfokus pada penangkapan karbon dioksida (CO2) dari sumber emisi besar, kemudian menyimpannya di formasi geologi bawah tanah agar tidak lepas ke atmosfer. Sementara itu, CCUS melangkah lebih jauh dengan konsep "utilization", di mana CO2 yang ditangkap tidak hanya disimpan, tetapi juga dimanfaatkan untuk tujuan industri lainnya, termasuk untuk meningkatkan produksi migas.

PHE melihat bahwa Indonesia memiliki potensi geologi yang sangat besar untuk mendukung skema ini. Dengan mengimplementasikan teknologi ini di 20 basin produktif, Pertamina tidak hanya berupaya mencapai target Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi aset-aset eksisting.

Mengapa 20 Basin Produktif Menjadi Kunci Strategis?

Pemilihan 20 basin produktif sebagai target utama bukanlah tanpa alasan. Basin-basin ini merupakan wilayah dengan aktivitas produksi migas yang tinggi, yang secara otomatis juga menghasilkan emisi karbon yang signifikan dalam proses operasionalnya. Dengan menempatkan teknologi penangkapan karbon di lokasi-lokasi strategis tersebut, PHE dapat melakukan efisiensi skala besar.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa fokus pada basin produktif sangat krusial: