DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Pamerkan Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah di IdeaFest

Oleh: DWJ-Manajement • 05 Sep 2026
Pertamina Pamerkan Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah di IdeaFest

Ketahanan Energi Nasional: Mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dengan memanfaatkan sumber daya domestik yang melimpah.

Mendorong Ekonomi Sirkular dan Kemandirian Energi

Kehadiran inovasi SAF di IdeaFest bukan sekadar ajang pamer teknologi, melainkan pesan kuat mengenai potensi besar Indonesia dalam ekonomi sirkular. Indonesia memiliki potensi limbah minyak goreng yang sangat besar, baik dari sektor rumah tangga, industri makanan, maupun sektor UMKM. Dengan mengintegrasikan pengumpulan minyak jelantah ke dalam rantai pasok energi nasional, Pertamina menciptakan nilai tambah ekonomi yang luar biasa.

Langkah ini secara langsung memperkuat kemandirian energi nasional. Selama ini, sektor penerbangan sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah dunia. Dengan memproduksi bahan bakar dari sumber lokal yang terbarukan, Indonesia dapat memitigasi risiko geopolitik dan volatilitas harga energi global yang sering kali tidak menentu.

Selain itu, pengembangan industri SAF akan membuka lapangan kerja baru di sektor pengumpulan, pengolahan, hingga distribusi limbah. Hal ini menciptakan efek domino ekonomi yang positif, mulai dari tingkat akar rumput hingga industri energi skala besar.

Menjawab Tantangan Standar Global dan Dekarbonisasi Penerbangan

Industri penerbangan internasional kini berada di bawah tekanan regulasi yang ketat terkait emisi karbon. Organisasi penerbangan sipil internasional mulai menerapkan standar yang lebih ketat, seperti skema CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation). Perusahaan maskapai penerbangan di seluruh dunia kini berlomba-lomba mencari cara untuk menekan jejak karbon mereka agar tetap kompetitif di pasar global.

Pertamina, melalui pengembangan SAF, memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok energi hijau dunia. Dengan memiliki teknologi dan bahan baku yang mumpuni, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi hijau, tetapi juga berpotensi menjadi eksportir bahan bakar berkelanjutan bagi kebutuhan maskapai internasional.

Tantangan dalam Implementasi SAF di Indonesia

Meskipun memiliki potensi yang sangat besar, perjalanan menuju implementasi SAF secara masif tentu tidak tanpa hambatan. Beberapa tantangan yang perlu diantisipasi antara lain: