DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Bersih Lewat Pengolahan Sampah

Oleh: DWJ-Manajement 31 Jul 2026
Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Bersih Lewat Pengolahan Sampah

Teknologi Waste-to-Energy: Mengubah Limbah Menjadi Nilai Tambah

Proses konversi sampah menjadi energi atau yang dikenal dengan istilah Waste-to-Energy (WtE) merupakan teknologi mutakhir yang kini tengah digalakkan di berbagai negara maju. Dalam skema kerja sama ini, Pertamina akan berperan dalam penyediaan teknologi, manajemen operasional, dan memastikan produk energi yang dihasilkan dapat terserap ke dalam ekosistem energi nasional.

Pengolahan sampah organik melalui proses anaerobik akan menghasilkan gas metana yang kemudian dimurnikan menjadi biomethane. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi elektrolisis atau gasifikasi akan dieksplorasi untuk menghasilkan hidrogen hijau (green hydrogen). Langkah ini sangat krusial mengingat kebutuhan energi nasional terus meningkat, sementara cadangan energi fosil semakin menipis.

Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi Jawa Barat

Implementasi proyek ini diprediksi akan membawa dampak multifaset, terutama bagi masyarakat Jawa Barat. Secara lingkungan, pengurangan beban sampah di TPA akan menurunkan risiko bencana lingkungan seperti longsor sampah dan polusi udara. Selain itu, pengurangan emisi gas rumah kaca dari tumpukan sampah akan berkontribusi langsung pada upaya mitigasi perubahan iklim.

Dari sisi ekonomi, proyek ini akan membuka lapangan kerja baru di sektor pengelolaan limbah dan energi terbarukan. Selain itu, terciptanya sumber energi baru di tingkat lokal dapat memperkuat ketahanan energi daerah dan menekan biaya logistik energi bagi industri maupun rumah tangga di Jawa Barat.

Menuju Target Net Zero Emission 2060

Langkah Pertamina ini sejalan dengan peta jalan pemerintah Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Transisi energi tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau angin, tetapi juga harus menyentuh aspek manajemen limbah yang terintegrasi.

Hidrogen, khususnya, dipandang sebagai "missing link" dalam dekarbonisasi industri berat yang sulit menggunakan listrik langsung. Dengan memproduksi hidrogen dari sampah, Pertamina sedang membangun fondasi untuk ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan.

Pilar Utama Pengembangan Ekosistem Energi Bersih