DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage

Oleh: DWJ-Manajement 28 Aug 2026
Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage

Akselerasi Transisi Energi, Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia

Melalui pengembangan teknologi CCS/CCUS, Pertamina memperkuat komitmen menuju Net Zero Emission 2060 sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui kolaborasi lintas industri.

Di tengah desakan global untuk mengatasi krisis iklim, Indonesia tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta transisi energi dunia. PT Pertamina (Persero), sebagai salah satu pemain utama energi nasional, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk memimpin pengembangan ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di tanah air. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam mendukung target ambisius pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Pengembangan ekosistem ini bukan sekadar langkah mitigasi perubahan iklim, melainkan juga sebuah transformasi model bisnis energi yang mengintegrasikan operasional bisnis utama dengan teknologi rendah karbon. Dengan memanfaatkan potensi geologi Indonesia yang kaya, Pertamina berupaya membangun infrastruktur yang mampu menangkap, mengangkut, dan menyimpan emisi karbon di lokasi penyimpanan bawah tanah yang aman.

Mengenal Teknologi CCS dan CCUS: Solusi Krusial Dekarbonisasi

Sebelum memahami lebih jauh mengenai langkah Pertamina, penting untuk memahami apa itu teknologi CCS dan CCUS. Kedua teknologi ini dianggap sebagai salah satu instrumen paling krusial dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor industri berat dan energi yang sulit untuk langsung beralih ke energi terbarukan secara total dalam waktu singkat.

Secara teknis, proses ini dapat dibagi menjadi beberapa tahapan utama:

Capture (Penangkapan): Proses memisahkan karbon dioksida (CO2) dari sumber emisi industri, seperti pembangkit listrik, pabrik semen, atau kilang minyak.

Transport (Pengangkutan): CO2 yang telah ditangkap kemudian dikompresi menjadi bentuk cair dan dialirkan melalui pipa atau kapal tanker menuju lokasi penyimpanan atau pemanfaatan.

Storage (Penyimpanan): CO2 disuntikkan ke dalam formasi geologi di bawah tanah, seperti reservoir minyak dan gas yang sudah habis atau akuifer asin, secara permanen.

Utilization (Pemanfaatan): Dalam konsep CCUS, CO2 yang ditangkap tidak hanya disimpan, tetapi juga dimanfaatkan kembali untuk keperluan industri, seperti dalam produksi bahan kimia, bahan bangunan, atau untuk meningkatkan produksi minyak (Enhanced Oil Recovery/EOR).

Dengan mengintegrasikan aspek pemanfaatan (Utilization), Pertamina tidak hanya fokus pada pembuangan emisi, tetapi juga berupaya menciptakan nilai tambah ekonomi dari karbon yang ditangkap tersebut.

Strategi Pertamina: Mengintegrasikan Bisnis Utama dan Rendah Karbon