Untuk mewujudkan ambisi menjadi pemain utama di sektor energi hijau, Pertamina telah mengidentifikasi beberapa sektor kunci yang akan menjadi motor penggerak utama bisnis masa depan mereka. Berikut adalah beberapa pilar strategis yang sedang dikembangkan:
Energi Panas Bumi (Geothermal): Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Melalui sub-holding geothermal, Pertamina terus mengeksplorasi dan mengembangkan lapangan-lapangan panas bumi untuk menghasilkan listrik bersih yang stabil dan andal sebagai pengganti pembangkit listrik berbasis batubara.
Biofuel dan Pengembangan Bahan Bakar Nabati: Pertamina terus mengakselerasi program pencampuran bahan bakar nabati, seperti B35 hingga rencana pengembangan B40 dan seterusnya. Pemanfaatan minyak sawit (CPO) dan sumber biomassa lainnya menjadi strategi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah sekaligus menurunkan emisi karbon pada sektor transportasi.
Green Hydrogen (Hidrogen Hijau): Sebagai teknologi masa depan, Pertamina mulai menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen. Dengan memanfaatkan energi terbarukan untuk proses elektrolisis, hidrogen hijau diharapkan dapat menjadi solusi energi bersih untuk industri berat dan sektor transportasi masa depan.
Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS): Untuk memitigasi emisi dari kegiatan operasional migas yang masih berjalan, Pertamina mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon. Teknologi ini memungkinkan emisi karbon yang dihasilkan diserap kembali dan disimpan di dalam formasi geologi bawah tanah, sehingga meminimalkan dampak terhadap atmosfer.
Dampak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hijau Indonesia
Transformasi Pertamina ini diprediksi akan membawa dampak domino yang positif bagi perekonomian nasional. Pengembangan bisnis energi hijau tidak hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem ekonomi baru yang inklusif.
Penciptaan Lapangan Kerja Baru
Sektor energi terbarukan dikenal sebagai sektor yang padat karya di bidang teknologi tinggi. Pengembangan proyek geothermal, pembangunan kilang biofuel, hingga instalasi infrastruktur hidrogen akan menyerap ribuan tenaga kerja ahli maupun lokal, yang pada akhirnya akan menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Menarik Investasi Asing (FDI)