DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Ungkap Berbagai Strategi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

Oleh: DWJ-Manajement 09 Aug 2026
Pertamina Ungkap Berbagai Strategi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

Pengembangan Infrastruktur Gas: Memperkuat jaringan distribusi gas bumi sebagai sumber energi yang lebih bersih dibandingkan minyak bumi, guna mendukung industri nasional.

Digitalisasi Operasional: Mengintegrasikan teknologi digital dalam proses produksi untuk menekan biaya operasional dan meminimalisir risiko kecelakaan kerja serta kebocoran emisi.

Dengan menjaga performa di sektor migas, Pertamina memastikan bahwa ekonomi nasional tetap berjalan stabil tanpa hambatan pasokan energi, meskipun dunia sedang bergerak menuju era energi terbarukan.

Akselerasi Energi Rendah Karbon dan Transisi Energi Hijau

Pilar kedua dari strategi Dual Growth adalah pengembangan energi rendah karbon. Pertamina memahami bahwa perubahan iklim adalah ancaman nyata yang menuntut perubahan fundamental dalam cara manusia mengonsumsi energi. Sebagai bagian dari komitmen global terhadap Net Zero Emission (NZE), Pertamina mulai memperluas jejaknya di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Transisi ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui pengembangan ekosistem energi hijau yang terintegrasi, antara lain:

Geothermal (Panas Bumi): Memanfaatkan potensi panas bumi Indonesia yang sangat melimpah melalui anak perusahaannya, Pertamina Geothermal Energy (PGE), untuk menjadi pemain kunci energi bersih di Asia Tenggara.

Bioenergi: Mengembangkan program biofuel, seperti B35 hingga pengembangan B40, guna mengurangi penggunaan solar fosil melalui campuran minyak nabati. Selain itu, pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk kebutuhan aviasi juga menjadi prioritas.

Hydrogen (Hidrogen): Menjelajahi potensi hidrogen sebagai bahan bakar masa depan yang hampir tanpa emisi, baik melalui metode green hydrogen maupun blue hydrogen.

Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS): Mengimplementasikan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses industri dan operasional migas.