Lebih lanjut, pesan dari pemimpin BCA ini juga menyentuh aspek kolaborasi antara regulator dan pelaku industri. Sektor perbankan, sebagai penyalur likuiditas utama dalam ekonomi, memerlukan kepastian hukum dan kebijakan yang prediktif dari Bank Indonesia. Ketidakpastian kebijakan dapat menciptakan risiko sistemik yang merugikan seluruh ekosistem keuangan.
Berikut adalah beberapa poin utama yang diharapkan dari calon Gubernur BI dalam hal koordinasi dengan sektor perbankan:
Transparansi Kebijakan: Komunikasi kebijakan yang jelas dan terukur sangat dibutuhkan agar pelaku perbankan dapat melakukan mitigasi risiko dengan tepat.
Harmonisasi Makroprudensial: Kebijakan makroprudensial harus selaras dengan kondisi likuiditas perbankan di lapangan, guna memastikan penyaluran kredit tetap berjalan lancar untuk mendukung sektor riil.
Dukungan terhadap Digitalisasi: Mengingat transformasi digital yang masif, calon Gubernur BI diharapkan mampu memimpin inovasi dalam sistem pembayaran digital yang aman, efisien, dan inklusif.
Manajemen Risiko Sistemik: Kemampuan dalam mengantisipasi potensi krisis melalui pengawasan sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan yang proaktif.
Menghadapi Era Baru Digitalisasi Keuangan