Meskipun detail spesifikasi menyeluruh masih terus digali oleh para pengguna di China, beberapa aspek utama yang menjadi sorotan dalam seri Xiaomi 18 Fold meliputi:
Teknologi Engsel (Hinge) yang Lebih Ringan: Mengatasi masalah utama ponsel lipat, yaitu ketebalan dan berat perangkat saat dilipat.
Ketahanan Layar: Penggunaan material polimer baru yang diklaim lebih tahan terhadap goresan dan lipatan berulang.
Optimasi Software: Integrasi antarmuka HyperOS yang dirancang khusus untuk transisi layar besar ke layar kecil secara mulus.
Konfigurasi Kamera Flagship: Menghadirkan kemampuan fotografi kelas atas yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel reguler.
Persaingan ini tidak hanya melibatkan dua nama besar tersebut. Nama-nama seperti Samsung, Huawei, dan Honor juga tetap menjadi pemain kunci yang terus melakukan terobosan. Namun, dengan adanya aksi "balas cepat" dari Xiaomi terhadap Apple, peta kekuatan pasar ponsel premium diprediksi akan mengalami pergeseran yang signifikan.
Mengapa Pasar Ponsel Lipat Kian Ramai?
Munculnya Xiaomi 18 Fold dan langkah Apple menunjukkan bahwa tren ponsel lipat bukan lagi sekadar eksperimen teknologi, melainkan sudah menjadi kebutuhan pasar kelas atas. Ada beberapa faktor yang mendorong mengapa konsumen kini semakin melirik perangkat jenis ini:
Pertama, adalah faktor produktivitas. Layar yang lebih lebar pada ponsel lipat memungkinkan pengguna untuk melakukan multitasking dengan lebih efisien. Membuka dua aplikasi secara berdampingan atau membaca dokumen panjang kini terasa jauh lebih mudah dibandingkan menggunakan ponsel konvensional.